Korban Tumpahan Solar di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang Mengaku Dapat Perlakuan Kurang Baik Saat Lapor Polisi
INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Salah seorang wali murid pelajar siswi SMA 4 Tanjungpinang mengaku kesal kepada oknum anggota Polres Tanjungpinang saat melaporkan dugaan keterlibatan pelansir solar dalam insiden tumpahan solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, Rabu (4/2/2026) kemarin.
Bukan tanpa sebab, pria berinisial E melaporkan keterlibatan pelansir solar ke Polres Tanjungpinang, karena kesal setelah putrinya turut menjadi korban dalam insiden tumpahan solar tersebut.
"Awalnya, kita melapor ke Satreskrim Polres Tanjungpinang dan mereka mengarahkan kita untuk membuat laporan ke Unit Satlantas, karena pihak Satreskrim mengaku insiden tumpahan solar itu tidak masuk dalam wewenang mereka," unkap E kepada wartawan, Jum'at (6/2/2026).
Atas dasar itu, E mencoba mengadu ke unit Satlantas Polres Tanjungpinang. Namun, sangat disayangkan, E mengaku mendapat perlakuan kurang baik. Oknum petugas Satlantas malah bertanya balik kepada E soal asal usul pelansir solar tersebut.
"Bukannya direspon dulu laporan kita, malah tanya balik "armada mobil solar siapa yang tumpah di jalan itu," ujar E menirukan gaya bicara oknum anggota Polres Tanjungpinang.
Pertanyaan yang dianggap main-main itu sontak membuat E kebakaran jenggot. Ia menganggap Unit Satlantas Polres Tanjungpinang tidak profesional dalam menanggapi sebuah laporan masyarakat.
"Kok malah tanya balik ke saya. Kalau tau mobil pelansir solar siapa yang mengakibatkan anak saya jatuh, tentu sudah saya bakar," jawab E kepada oknum anggota Satlantas Polres Tanjungpinang.
Menurut E, kedatangannya ke Polres Tanjungpinang semata-mata untuk mencari solusi perihal insiden yang menimpa putrinya itu. Korban terjatuh saat dibonceng motor akibat tumpahan solar itu.
![]() |
"Saya ke Polres ini untuk mencari solusi, kerena kami anggap mereka lah pihak yang berwenang. Tetapi sepertinya kita tidak direspon," tutur E.
Lanjut, E menjelaskan, insiden tumpahan minyak solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani mengakibatkan putrinya mengalami luka-luka di bagian kaki hingga membuat sang putri tidak beraktivitas sekolah seperti biasa.
"Kita sangat kesal dengan para pelansir solar ini. Harusnya, mereka bertanggung jawab bukan malah kabur. Anak saya jadi korban, mau berdiri saja harus digendong," jelasnya.
Seperti diketahui, insiden tumpahan solar yang terjadi ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, kilometer 4, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Rabu (4/2/2026) kemarin, mengakibatkan sejumlah korban pengendara sepeda motor mengalami luka-luka hingga patah tulang.
Parahnya lagi, terduga pelaku yang disebut-sebut pelansir solar itu, justru enggan bertanggung jawab atas insiden ini dan memilih untuk melarikan diri.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun pewarta, aktivitas penimbunan BBM jenis solar di wilayah hukum Polres Tanjungpinang saat ini cukup marak. Mereka, dengan leluasa melancarkan bisnis terselubung itu demi meraup keuntungan sepihak.
Tak jarang, masyarakat harus menjadi korban akibat ulah pelansir solar ini. Tumpahan solar yang diangkut mereka saat melansir, kerap kali tumpah di ruas jalan dan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Tanjungpinang.
Selain itu, masyarakat juga menilai, bahwa lemahnya pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) juga perlu menjadi perhatian serius agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. (Atok)









