INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Polsek Nongsa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nongsa menggelar patroli Kamtibmas menyambangi empat kelurahan di Kecamatan Nongsa, pada Sabtu (3/10/2026) malam. 

Patroli berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga 00.00 WIB. Lima titik strategis disisir, yakni RW 12, kawasan MTC, Pantai Bale-bale, Bundaran Nuvasa Bay dan Pasar Summer Land. Titik tersebut dipilih karena aktivitas warga tinggi dan rawan gangguan keamanan.

Patroli dipimpin langsung Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra didampingi Wakapolsek Nongsa, Iptu Ferry Supriadi beserta Jajaran Polsek Nongsa, Camat Nongsa, Amuri, Anggota DPRD Batam, Anwar Anas, serta sejumlah anggota Forkompimcam lainnya. Mereka berbaur dalam satu barisan, menyusuri jalan, menemui warga langsung.

Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra memimpin langsung kegiatan itu. Di hadapan warga, ia menegaskan satu hal, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan tanggung jawab Kepolisian semata.

“Persoalan Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab polisi saja, tetapi seluruh masyarakat juga wajib menjaga keamanan kita bersama. Patroli ini bertujuan menyapa langsung warga dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Eko.

Dalam pelaksanaan patroli Kamtibmas tadi, lanjut Eko, kami bersama Forkopimcam Kecamatan Nongsa menyambangi seluruh empat kelurahan yang ada di Kecamatan Nongsa. 



"Tujuannya untuk melihat warga kami, menyapa warga kami bagaimana kegiatannya supaya keamanan Kamtibmas yang ada di wilayah Kecamatan Nongsa khususnya, aman dan tidak ada yang mengganggu aktivitas pekerjaan dari masyarakat," ucapnya. 

Sementara Anggota DPRD Kota Batam, Anwar Anas mengapresiasi langkah Polsek Nongsa yang dinilai menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

"Tentunya kami dari Komisi I DPRD Kota Batam, di mana salah satu mitra Kepolisian, kami mengapresiasi Polsek Nongsa. Ini adalah gerakan yang betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat, melihat nadi kehidupan masyarakat, melakukan Kamtibmas, melakukan sosialisasi, kemudian mendekatkan diri kepada masyarakat," kata Anwar.

Anwar mengatakan akan membawa kegiatan ini sebagai contoh dalam rapat triwulan DPRD dan merekomendasikan agar seluruh Polsek di Batam melakukan hal serupa.

"Ini akan kami bawa ke rapat triwulan kami nanti, kita berharap setiap kecamatan yang ada di Batam bisa melakukan kegiatan sinergi seperti ini. Kemudian kami akan memberikan rekomendasi kepada Kapolresta Barelang untuk juga Kapolsek-Kapolsek di Kota Batam untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Polsek Nongsa beserta jajaran," ujarnya.

"Semoga ini menjadi role model tidak hanya sekali tapi bisa dilaksanakan terus-menerus. Polri milik masyarakat dan kita semua terlibat ada untuk masyarakat," tambahnya.

Anwar berharap sinergitas antara kepolisian, instansi pemerintah kecamatan, dan masyarakat terus terjalin. Tujuannya satu, Nongsa yang aman, kondusif, dan sejahtera.

Camat Nongsa, Amuri berharap patroli sinergitas ini terus berlanjut.

"Kami berharap kegiatan seperti ini jangan sekali ini saja dan berlanjut sebagai contoh untuk kecamatan lain agar ke depan tetap lebih aman dan kondusif," kata Amuri.

Melalui patroli ini, Forkopimcam Nongsa berharap wilayah Nongsa tetap aman, kondusif dan sejahtera. Selain menjaga keamanan, petugas juga membagikan sembako kepada warga yang ditemui. (Isp) 






Satgas 136/TS Pos Nume Gelar Pelayanan Kesehatan, Wujud Kepedulian Nyata bagi Masyarakat Kampung Nume
INSPIRASIKEPRI.COM | Puncak Jaya – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan, personel Pos NUME Satgas 136/TS melaksanakan kegiatan Pelayanan Kesehatan (YANKES) bagi masyarakat di Kampung Nume, Distrik Nume, Sabtu (03/10/2026).

Dengan penuh semangat dan ketulusan, personel Satgas hadir memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian bantuan medis sesuai kebutuhan warga. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Kehadiran personel Pos NUME disambut hangat dan penuh sukacita oleh masyarakat setempat. Senyum dan keramahan warga, mulai dari orang tua hingga anak-anak, menciptakan suasana kekeluargaan yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan masyarakat.

Salah satu tokoh masyarakat Kampung Nume, Bapak Delima Wonda, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian personel Pos NUME Satgas 136/TS yang telah hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Kami mewakili seluruh masyarakat Kampung Nume mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian personel Pos NUME. Pelayanan kesehatan ini sangat membantu kami dan keluarga. Semoga kebaikan ini selalu membawa berkah dan keselamatan bagi kita semua," ungkapnya.

Sementara itu, melalui kegiatan tersebut, Pos NUME Satgas 136/TS menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian, perhatian, dan tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui pelayanan kesehatan ini, diharapkan hubungan silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat semakin kuat. Sebab, di balik seragam yang dikenakan, terdapat ketulusan untuk hadir, membantu, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah penugasan. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kecelakaan kerja terjadi di PT Wira Raja Indonesia, Kawasan Wiraraja Industrial Estate, Kabil, Nongsa, Batam, Kamis (1/10/2026). Seorang pekerja, Dofianus Atok, tewas setelah kakinya terjepit mesin konveyor saat melakukan pengelasan.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.40 WIB. Saat itu korban tengah mengelas mesin konveyor yang dalam kondisi tidak beroperasi.

"Pada saat korban masih melakukan pekerjaan pengelasan, tombol pengoperasian mesin konveyor tiba-tiba diaktifkan sehingga bagian kaki korban masuk dan terjepit pada rongga atau area putaran mesin konveyor," kata Diky, Sabtu (3/10/2026).

Korban mengalami patah kaki dan perdarahan hebat. Setelah dievakuasi, Dofianus dibawa untuk penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.00 WIB.

Diky mengaku, kini mendalami penyebab mesin dapat aktif saat pekerjaan berlangsung. Pemeriksaan meliputi pihak yang mengoperasikan mesin, sistem komunikasi, pengawasan pekerjaan, serta prosedur pengamanan dan pengendalian energi mesin.

Atasan atau pengawas juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui kondisi mesin sebelum kejadian dan pelaksanaan prosedur keselamatan kerja. Diky menegaskan pemeriksaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kesalahan atau tanggung jawab dari pihak yang diperiksa.

Selain itu, lanjut Diky, pihaknya juga memeriksa penerapan K3, termasuk SOP pengelasan, Job Safety Analysis (JSA), identifikasi bahaya dan penilaian risiko (IBPR), serta dokumen pengendalian risiko.

Diky mengatakan kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dari perusahaan dan keluarga korban. Sementara Disnakertrans memastikan hak korban, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan administrasi ahli waris, tetap diproses.

"Pendalaman masih terus dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara utuh," pungkasnya. (Isp) 


Satgas Yonif 136/TS Pos NUME Gelar Pelayanan Kesehatan di Kampung Anepalui
InspirasiKepri.com | Puncak Jaya – Sebagai wujud nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat di wilayah penugasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti melalui Pos NUME melaksanakan kegiatan anjangsana kesehatan (YANKES) di Kampung Anepalui, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus bentuk perhatian TNI terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman. Dengan penuh keakraban dan ketulusan, personel Pos NUME hadir menyapa warga sekaligus memberikan pelayanan kesehatan guna membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Kehadiran personel Satgas disambut hangat oleh masyarakat Kampung Anepalui. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Winson Gire menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian serta pelayanan kesehatan yang diberikan oleh personel Pos NUME.

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran personel Pos NUME di tengah-tengah kami. Pelayanan kesehatan yang diberikan sangat membantu keluarga dan masyarakat di Kampung Anepalui. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus terjalin," ungkap Bapak Winson Gire.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/TS berharap dapat membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat.

Lebih dari sekadar memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga untuk berbagi kepedulian, menumbuhkan harapan, dan membangun kebersamaan.

Karena sejatinya, pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari tugas yang dilaksanakan, tetapi juga dari ketulusan hati dalam memberikan manfaat bagi sesama.


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah penguatan struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, yang terdampak pergerakan tanah. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pemantauan kondisi tanah di lokasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun belakangan ini. 

BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali, namun perubahan bentuk struktur jalan kembali terjadi, karena pergerakan tanah masih berlangsung.

“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty, Kamis (1/10/2026). 

Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah di Jalan Gajah Mada tersebut, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, antara lain melalui pengukuran kondisi tanah.

Dari hasil kajian tersebut terindikasi adanya pergerakan tanah (sliding) pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam kemudian melakukan pemantauan melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di lokasi.

Dari hasil pemantauan, menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda pada sejumlah titik, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.

“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.

Secara teknis, salah satu faktor yang dikaji berkaitan dengan kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.

BP Batam juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain perbaikan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi sempat dilakukan untuk mengurangi beban air. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.

Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Langkah tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan, sehingga struktur jalan yang dibangun kembali berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.

“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.

Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah sehingga diperlukan kajian terhadap sistem penguatan yang lebih sesuai.

Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.

Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ariastuty memastikan, BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.

“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9/2026). 

Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, pelaksanaan aksi korporasi ini telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen.

Terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan. 

Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antar entitas secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno menyampaikan, atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. 

"Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia," ujar Nanang. 

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekaligus berkontribusi pada meningkatnya kinerja Perseroan dan mendukung suksesnya agenda transformasi TLKM 30. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Telkom setelah RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:


Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo

Komisaris : Ossy Darmawan

Komisaris : Rizal Mallarangeng

Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim

Komisaris Independen : Anthony Leong

Komisaris Independen : Deswandhy Agusman

Komisaris Independen : Ira Noviarti


Jajaran Direksi

Direktur Utama : Nanang Hendarno                                                     

Direktur Enterprise & Business Service                     

                              : Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management               

                              : Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko                  

                              : Arthur Angelo Syailendra

Direktur Network : Budi Satria Dharma Purba

Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service               

                              : Radita Ali Putra

Direktur IT Digital : Kharim I. G. Siregar

Direktur Legal & Compliance                                    

                               : Andy Kelana

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan, konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan juga memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional.

“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno.

Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut, didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia. Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri. 

“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman.

InfraNexia menjalankan model bisnis berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Portofolio tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis masing-masing pelanggan.

Sejalan dengan penguatan skala bisnis, InfraNexia juga terus mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons permintaan pelanggan yang terus meningkat.

Penguatan skala dan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia untuk memastikan infrastruktur yang dikelolanya terus relevan dan mengalir dengan kebutuhan Indonesia yang semakin terkoneksi. Dengan skala jaringan nasional, model bisnis terbuka, dan pengelolaan yang semakin terintegrasi, InfraNexia memperkuat perannya sebagai fondasi infrastruktur bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.

“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman. (Isp) 

 39 Personel Korem 033/WP Resmi Naik Pangkat, Danrem : Pangkat Yang Lebih Tinggi Membawa Tanggung Jawab Moral dan Tugas Semakin Besar
INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Suasana penuh khidmat dan kebanggaan mewarnai Lapangan Upacara Makodim 0316/Batam pada Kamis pagi (1/10/2026).

Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han., secara langsung memimpin upacara Laporan Korps dan Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama jajaran Korem 033/WP Periode 1 Oktober 2026. 

Acara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini turut dihadiri para pejabat utama Korem 033/WP,Kasiren Kol Inf.Anggoro Hery Pratiko,Kasilog Kol Inf.Elri Priyanto,Kasipera Kol Inf.Zainal Abidin Rambr dan Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana, serta jajaran perwira staf.

Tercatat sebanyak 39 personel Korem 033/WP resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, yang terdiri dari 20 orang Perwira serta 19 orang Bintara dan Tamtama. Momen krusial dalam upacara ditandai dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat baru secara simbolis oleh Danrem 033/WP kepada perwakilan prajurit. 


Prosesi ini menegaskan kepercayaan negara atas dedikasi serta profesionalisme yang telah ditunjukkan para prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Kepulauan Riau.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Bambang Herqutanto menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sebatas hadiah atau rutinitas semata, melainkan wujud penghargaan tertinggi dari negara atas prestasi kerja, dedikasi, dan loyalitas prajurit. Beliau mengingatkan bahwa pangkat yang lebih tinggi membawa tanggung jawab moral dan tugas yang makin besar. 

"Oleh karena itu, momen ini hendaknya dijadikan lecutan semangat dan motivasi baru untuk terus meningkatkan kinerja demi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," ungkap Danrem.

Danrem 033/WP juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para istri dan keluarga prajurit yang senantiasa hadir memberikan dukungan moril. 

Menurutnya, keberhasilan karier seorang prajurit di lapangan tidak lepas dari doa, kesetiaan, dan keteguhan keluarga yang terus mendampingi di setiap tingkah langkah pengabdian. 

"Kehadiran para pendamping setia ini menjadi pilar utama di balik ketangguhan para prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan," ujarnya.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh Danrem 033/WP beserta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 033 PD XIX/Tuanku Tambusai dan seluruh jajaran kepada para prajurit yang naik pangkat beserta istri. 

Tepat pukul 07.30 WIB, kegiatan berakhir dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta berjalan dengan aman dan tertib. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.