INSPIRASIKEPRI.COM | ANAMBAS - Polres Kepulauan Anambas bersama mahasiswa menggelar kegiatan pembagian sembako dan parcel kepada warga kurang mampu di Kecamatan Siantan dan Siantan Selatan, Rabu (18/3/2026) sore.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB ini dipimpin langsung Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, didampingi jajaran pejabat utama, Kapolsek Siantan Iptu Dodi Setiawan, personel kepolisian, serta perwakilan mahasiswa STAI Paduka Anambas.

Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polres Anambas kepada masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Pembagian sembako ini menyasar masyarakat kurang mampu, termasuk warga yang menderita penyakit kronis, serta mahasiswa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, rombongan Polres Anambas menyalurkan bantuan secara bertahap ke sejumlah desa. Di antaranya Desa Tarempa Timur Antang dan Desa Pesisir Timur di Kecamatan Siantan, serta Desa Tiangau Arung Hijau di Kecamatan Siantan Selatan.

Sebanyak 30 paket sembako berupa beras dibagikan kepada warga, masing-masing desa menerima 10 paket. Selain itu, empat paket parcel Lebaran juga diberikan kepada mahasiswa STAI Paduka Anambas.

Iptu Dodi menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk bantuan sosial, tetapi juga untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang Lebaran.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang Idul Fitri,” katanya.

Ia juga menyebutkan, pembagian sembako masih akan berlanjut di wilayah hukum Polsek Siantan. Sementara untuk wilayah Polsek Palmatak dijadwalkan berlangsung pada 19 Maret 2026. (*) 

Satgas Yonif 136/TS Kolaborasi Bersama Pemerintah serta Lembaga Adat Ciptakan Keamanan, Ketertiban dan Pembangunan di Distrik Nume 

INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Dalam rangka mempererat hubungan dengan pemerintah daerah serta menjaga stabilitas keamanan wilayah, personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan patroli simpatik bersama Kepala Distrik Nume, Bapak Datin Wonda Sip,di wilayah Distrik Nume, Kab. Puncak Mulia, Prov. Papua Tengah.(17/03/2026) 

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan anjangsana ke kantor distrik dan sejumlah lembaga di wilayah Distrik Nume. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan sinergi antarinstansi, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Wakil Komandan Pos (Wadanpos) Nume, Letda Inf Indra Sukma Yudha, menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari upaya nyata Satgas dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. 

Ia menegaskan, bahwa memiliki hubungan dan relasi yang kuat dengan pemerintah daerah setempat merupakan hal yang sangat krusial, karena menjadi kunci utama dalam membangun koordinasi yang efektif, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memastikan setiap langkah di lapangan berjalan selaras demi terciptanya stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempermudah koordinasi dengan pemerintah distrik maupun lembaga terkait, termasuk Lembaga Masyarakat Adat (LMA), guna memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan yang harmonis antara TNI, pemerintah distrik, dan masyarakat, sehingga tercipta stabilitas keamanan yang mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di wilayah Distrik Nume,” ujarnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, di mana tercipta rasa aman dan nyaman, serta meningkatnya semangat nasionalisme warga. Hal tersebut terlihat dari sambutan hangat masyarakat Kampung Nume terhadap kehadiran personel Satgas Pos Nume.

Kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari tugas pokok Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah penugasan.


INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Dalam rangka menyambut puncak arus mudik dan Hari Raya Idulfitri 1447H, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menyelenggarakan Program Mudik Gratis Bersama TelkomGroup 2026 dengan memberangkatkan 1.924 pemudik dari Jakarta menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra. 

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara yang bertajuk “Mudik Aman Berbagi Harapan”. Seremoni pelepasan peserta mudik dilaksanakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Selasa (17/3/2026).

Agenda tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria, Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas, Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Tedi Bharata, serta jajaran pimpinan perusahaan BUMN.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran menunjukkan kuatnya tradisi mudik di Indonesia. 

“Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, tahun ini diperkirakan terdapat sekitar 143,9 juta perjalanan mudik di seluruh Indonesia. Pemerintah terus memastikan kesiapan infrastruktur dan berbagai moda transportasi agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Kami juga mengapresiasi inisiatif BP BUMN, Danantara, dan BUMN yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan program mudik gratis yang turut membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, sehingga mendukung perjalanan mudik yang lebih tertib bagi masyarakat,” ujar Menko AHY.

Pada saat bersamaan, TelkomGroup juga melaksanakan pelepasan keberangkatan peserta Mudik Gratis Bersama TelkomGroup 2026 di Museum Satria Mandala, Jakarta. Tahun ini TelkomGroup menyiapkan 27 armada bus ramah lingkungan yang terdiri dari 15 bus Telkomsel, 10 bus Telkomsel Poin, dan 2 bus Telkom Solution-Indibiz, serta 3 kapal laut untuk mengantarkan pemudik ke berbagai kota tujuan, antara lain Tasikmalaya, Magelang, Sleman, Yogyakarta, Wonosari, Semarang, Ponorogo, Surabaya, dan Malang di Pulau Jawa, serta Lampung dan Palembang di Pulau Sumatra. Seluruh perjalanan diatur secara tertib dan terkoordinasi guna mengutamakan kenyamanan serta keselamatan peserta selama perjalanan.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, penggunaan armada bus ramah lingkungan dalam program ini juga menjadi langkah nyata TelkomGroup dalam mendorong perjalanan yang lebih efisien dan rendah emisi, sejalan dengan prinsip keberlanjutan perusahaan. Melalui inisiatif ini, TelkomGroup berharap program mudik tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi para peserta, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi lingkungan.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan, momentum lebaran selalu diiringi peningkatan mobilitas dan aktivitas komunikasi masyarakat. TelkomGroup memastikan kesiapan jaringan dan layanan agar masyarakat tetap dapat terhubung dengan lancar di tengah meningkatnya mobilitas dan kebutuhan digital. 

"Kami telah meningkatkan kapasitas jaringan, menyiapkan mobile BTS di sejumlah titik jalur mudik, serta menghadirkan posko siaga yang didukung lebih dari 13.700 personel di seluruh Indonesia,” ujar Dian.

Lebih lanjut Dian menambahkan, melalui program mudik bersama BUMN ini, TelkomGroup ingin berkontribusi menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman serta memastikan para pemudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat dan merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita,”.

Program Mudik Gratis Bersama TelkomGroup tahun ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari pelanggan, pelaku UMKM, mitra, serta masyarakat umum yang telah melakukan registrasi melalui laman resmi program mudik TelkomGroup. Para peserta mendapatkan fasilitas transportasi gratis menggunakan armada yang telah dipersiapkan secara khusus, serta berbagai dukungan perjalanan seperti goodie bag berisi kebutuhan dasar perjalanan, merchandise, dan uang saku.

Demi memastikan kualitas layanan telekomunikasi tetap prima selama periode libur Lebaran, TelkomGroup juga memastikan kesiapan layanan dan infrastruktur digital. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari penguatan kapasitas jaringan hingga mencapai 60,7 Tbps, monitoring trafik secara intensif, hingga penyiapan 22 Posko TelkomGroup Siaga RAFI yang terintegrasi serta didukung lebih dari 13.700 personel yang siaga 24x7 di seluruh wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan layanan konektivitas digital tetap andal di tengah meningkatnya mobilitas, sehingga masyarakat dapat tetap selalu terhubung.

Selain moda transportasi dan penguatan layanan telekomunikasi digital, di momentum ini TelkomGroup juga menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari program Telkomsel Poin. Sebelumnya, Telkom juga menyalurkan bantuan melalui program Telkom Berbagi secara nasional berupa dukungan perangkat dan konektivitas internet bagi 50 madrasah, sekolah, dan pesantren, serta santunan bagi 1.000 anak yatim, 1.000 masyarakat duafa dan penyandang disabilitas dengan total nilai mencapai Rp2 miliar.

Berbagai upaya yang dilakukan TelkomGroup, mulai dari kesiapan jaringan, penyelenggaraan program mudik gratis hingga penyaluran bantuan, diharapkan dapat memperkuat peran BUMN khususnya TelkomGroup dalam memberikan manfaat yang maksimal atas layanan terbaiknya bagi pelanggan dan seluruh masyarakat.

“Mewakili jajaran Board of Executive dan keluarga besar TelkomGroup, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin, semoga setiap ikhtiar dan kerja keras yang telah dilakukan menjadi jalan kebaikan serta menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” tutup Dian. (Isp) 

Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Kembali Gelar Pengobatan Keliling Untuk Masyarakat Pos KP 55 Puncak Jaya

INSPIRASIKEPRI.COM | Papua - Pos KP 55 jajaran Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti kembali melaksanakan kegiatan pelayanan pengobatan keliling bersama masyarakat Distrik Puncak Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (16/3/2026).

Diketahui, kegiatan ini bertujuan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan serta mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wadan Tim 1 Pos KP 55 Serda Joko Kurniadi didampingi tenaga kesehatan (Takes) Pratu Regi Satriawan beserta personel Pos KP 55. 

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Satgas dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah perbatasan, khususnya di bidang kesehatan.

Dansatgas 136/TS Letkol Inf Yudi Satria Prabowo menjelaskan, pengobatan keliling ini juga merupakan bagian dari program unggulan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti yaitu TSUBASA (Tuah Sakti Berbagi Sesama), sebuah program kepedulian sosial yang menjadi wadah bagi prajurit Tuah Sakti untuk berbagi dan membantu masyarakat di wilayah penugasan, khususnya dalam bidang kesehatan, kemanusiaan, dan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui program TSUBASA tersebut, tim kesehatan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan," ungkapnya.

Masyarakat Kampung 55 menyambut baik kegiatan tersebut. Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan warga. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan serta berkonsultasi terkait kondisi kesehatan yang mereka alami.

Lanjut, Komandan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti menyampaikan, bahwa kegiatan pelayanan pengobatan keliling ini merupakan bagian dari upaya Satgas dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. 

"Selain menjaga keamanan wilayah, Satgas juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah penugasan," terangnya. 

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. (ISP)


Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, S.I.K., M.H.

INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau memberikan atensi khusus terhadap aksi pengerusakan hutan lindung di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Atensi khusus ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, S.I.K., M.H, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (16/3/2026) kemarin.

Dalam hal ini, Kombes Pol. Silvester Simamora menyebut bahwa pihaknya akan segera turun ke lokasi menindaklanjuti kasus ini.

"Segera ditindak lanjuti," ujar singkat Kombes Pol. Silvester Simamora.

Seperti diketahui, baru-baru ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil mengungkap kasus tindak pidana kehutanan terkait penguasaan lahan konservasi seluas sekitar 294 hektare di kawasan Hutan Taman Buru Rempang, Sei Raya, Kota Batam, Jum'at (6/3/2026).

Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial HA (54) sebagai tersangka karena diduga menguasai dan memanfaatkan lahan seluas 294 hektare secara ilegal.

Kombes Pol Silvester Simamora menegaskan bahwa langkah penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan praktik mafia tanah atau mafia lahan yang merugikan negara.

“Penegakan hukum ini kami lakukan terhadap praktik mafia lahan. Kami tegaskan bahwa langkah ini ditujukan kepada pelaku mafia lahan, bukan kepada masyarakat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang tanah bauksit di kawasan hutan lindung persis bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa melenggang bebas beroperasi.

Pantauan wartawan, sejumlah dump truk yang didominasi roda 6 dan alat berat jenis ekskavator nampak hilir mudik dan beroperasi dari lokasi itu. Mereka leluasa menggempur material tanah bauksit yang dihasilkan dari kawasan hutan lindung tersebut.

Diketahui, lahan TPA Punggur hingga saat ini masih berstatus kawasan hutan lindung. Namun, sangat disayangkan, kini justru beralih fungsi menjadi hamparan tanah gersang tanpa ditumbuhi pepohonan yang disebabkan aktifitas penambangan tanah urug di lokasi itu.

Lebih mengejutkan lagi, material tanah bauksit itu justru disinyalir di komersilkan secara ilegal ke sejumlah proyek penimbunan di Kota Batam. Tanpa memiliki regulasi atau perizinan, para pelaku pengerusakan hutan lindung itu secara terang-terangan melancarkan bisnis terselubung ini.

"Ya benar pak, tanah bauksit di kawasan hutan lindung ini di jual dengan harga bervariasi. Untuk dump truk roda 6 di bandrol dengan harga Rp 130 per dump," ungkap warga setempat.

Menurut keterangan warga, aktivitas tambang tanah bauksit ini baru beroperasi. Lancarnya, proyek tersebut diduga kuat adanya keterlibatan seseorang yang mengaku menguasai lahan tersebut. 

"Baru aja mereka beroperasi. Kalau pemilik lahan disini pak Bo Tuang, penanggung jawab di lokasi pak Udin dan pihak keamanan pak Ponce. Lancarnya aktivitas itu, karena mereka diduga kuat telah mengatur kordinasi dengan aparat maupun dinas terkait agar semua aman," ujarnya. 

Seperti diketahui, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 dan Nomor 4 Tahun 2021, bahwa setiap kegiatan yang berpengaruh pada lingkungan hidup wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

Selain itu, tambang tanah bauksit ini patut diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sudah jelas, jika mereka benar-benar terbukti melakukan pelanggaran maka dapat dipastikan dijerat Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, Juncto Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 miliar. (ISP)




Tanah Bauksit di Kawasan Hutan Lindung Tower TPA Kabil Dijarah, Diduga Kuat Dikomersilakan Untuk Ladang Bisnis 


INSPIRASIKEPRI. COM | BATAM - Aktivitas tambang tanah bauksit di kawasan hutan lindung persis bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa melenggang bebas beroperasi.


Pantauan wartawan, sejumlah dump truk yang didominasi roda 6 dan alat berat jenis ekskavator nampak hilir mudik dan beroperasi dari lokasi itu. Mereka leluasa menggempur material tanah bauksit yang dihasilkan dari kawasan hutan lindung tersebut.

Diketahui, lahan TPA Punggur hingga saat ini masih berstatus kawasan hutan lindung. Namun, sangat disayangkan, kini justru beralih fungsi menjadi hamparan tanah gersang tanpa ditumbuhi pepohonan yang disebabkan aktifitas penambangan tanah urug di lokasi itu.

Lebih mengejutkan lagi, material tanah bauksit itu justru disinyalir di komersilkan secara ilegal ke sejumlah proyek penimbunan di Kota Batam. Tanpa memiliki regulasi atau perizinan, para pelaku pengerusakan hutan lindung itu secara terang-terangan melancarkan bisnis terselubung ini.


"Ya benar pak, tanah bauksit di kawasan hutan lindung ini di jual dengan harga bervariasi. Untuk dump truk roda 6 di bandrol dengan harga Rp 130 per dump," ungkap warga setempat, Senin (16/3/2026).

Menurut keterangan warga, aktivitas tambang tanah bauksit ini baru beroperasi. Lancarnya, proyek itu diduga kuat adanya keterlibatan seseorang yang mengaku menguasai lahan tersebut. 

"Baru aja mereka beroperasi. Kalau pemilik lahan disini pak Bo Tuang, penanggung jawab di lokasi pak Udin dan pihak keamanan pak Ponce. Lancarnya aktivitas itu, karena mereka diduga kuat telah mengatur kordinasi dengan aparat maupun dinas terkait agar semua aman," ujarnya. 

Seperti diketahui, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 dan Nomor 4 Tahun 2021, bahwa setiap kegiatan yang berpengaruh pada lingkungan hidup wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

Selain itu, tambang tanah bauksit ini patut diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sudah jelas, jika mereka benar-benar terbukti melakukan pelanggaran maka dapat dipastikan dijerat Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, Juncto Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi BP Batam, Dinas Kehutanan Kota Batam, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menindak lanjuti temuan ini. (*)


Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Salurkan Bantuan Pakaian Untuk Warga Distrik Tinggi Nambut

INSPIRASIKEPRI.COM | Puncak Jaya - Di tengah hamparan pegunungan Papua yang sejuk dan sunyi, kehadiran prajurit Satgas Yonif 136/Tuah Sakti kembali menghadirkan kehangatan bagi masyarakat. 

Dipimpin langsung oleh DPP Wadanpos Tinggi Nambut Letda Inf Syamsu, personel Pos Tinggi Nambut melaksanakan kegiatan komunikasi sosial dengan membagikan sumbangan barang layak guna berupa pakaian kepada warga Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (15/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian prajurit TNI kepada masyarakat di wilayah penugasan. Dengan penuh keakraban dan rasa kekeluargaan, para prajurit menyapa warga satu per satu, menyerahkan pakaian kepada masyarakat yang membutuhkan, mulai dari para orang tua hingga anak-anak. Di balik seragam loreng yang dikenakan, terpancar ketulusan hati prajurit yang ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

Suasana haru dan bahagia terlihat dari raut wajah warga yang menerima bantuan tersebut. Senyum tulus dan ucapan terima kasih mengiringi setiap pakaian yang diberikan. 

Salah satu Mama Papua (Mama Kelira) yang menerima bantuan pakaian menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian prajurit Satgas Yonif 136/Tuah Sakti. 

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli kepada kami di kampung ini. Bantuan pakaian ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak. Semoga bapak-bapak TNI selalu diberikan kesehatan dan keselamatan selama bertugas di sini," ungkap Mama Kelira.

Bagi masyarakat Distrik Tinggi Nambut, kehadiran Satgas Yonif 136/Tuah Sakti bukan hanya sebagai penjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai sahabat yang selalu hadir membantu di tengah keterbatasan.

Melalui kegiatan komunikasi sosial dan aksi simpatik seperti ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan yang terjalin di tengah kehidupan masyarakat Papua menjadi bukti bahwa pengabdian prajurit tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menebarkan kepedulian dan harapan bagi masyarakat di daerah penugasan. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.