INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Komunitas Honda ADV Indonesia (HAI) Chapter Batam menggelar kegiatan bertajuk HASTAG (Honda ADV Siap Turing ADV Gabut) & Touring Religi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. 

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus ajang memperkenalkan HAI Chapter Batam kepada masyarakat Tanjungpinang dan Bintan agar semakin dikenal sebagai komunitas yang aktif dan membawa dampak positif.

Mengusung tema “Touring Religi HAI Chapter Batam Menyambut Bulan Ramadhan”, kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari HAI Chapter Batam. Rangkaian aktivitas tidak hanya berfokus pada kegiatan touring, tetapi juga diisi agenda bernuansa religi dan sosial yang menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian, serta semangat berbagi di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para anggota komunitas untuk menyalurkan hobi berkendara sekaligus meningkatkan pengetahuan keagamaan dan memperkuat nilai ketakwaan menjelang Ramadhan. Peserta juga diajak menumbuhkan empati, simpati, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat di wilayah yang dikunjungi.

Seluruh perjalanan touring dikemas dengan konsep aman dan tertib, dengan tetap mengedepankan kampanye keselamatan berkendara. Peserta diimbau untuk menerapkan prinsip safety riding, menjaga etika berlalu lintas, serta menunjukkan citra positif komunitas motor di ruang publik.

“Kami mengapresiasi inisiatif positif HAI Chapter Batam melalui kegiatan touring religi ini. Komunitas tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kesadaran keselamatan berkendara. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa komunitas motor dapat berperan positif di tengah masyarakat,” ujar Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Senin (9/2/2026). 

Ketua HAI Chapter Batam, Cahya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan, melainkan sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai spiritual antaranggota. Komunitas ingin menunjukkan bahwa kegiatan otomotif juga dapat berjalan selaras dengan nilai religi, sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Melalui HASTAG & Touring Religi ini, HAI Chapter Batam berharap semangat kebersamaan, kepedulian, serta nilai keagamaan yang dibangun selama kegiatan dapat terus terjaga, sekaligus memperluas jaringan silaturahmi komunitas di Tanjungpinang dan Bintan. 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa komunitas motor dapat tumbuh sebagai bagian dari masyarakat yang membawa energi positif serta berkontribusi dalam semangat sinergi bagi negeri. (Isp) 



 


INSPIRASIKEPRI.COM | Tanjungpinang - Belasan kendaraan jenis truk yang disinyalir digunakan untuk melansir Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi solar terpantau beroperasi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. 

Pantauan wartawan pada Senin (9/2/2026), belasan unit truk yang diduga kuat telah di modifikasi khusus untuk melansir BBM bersubsidi solar ini, nampak hilir mudik melakukan pengisian di SPBU Jl.Wiratno Kota Tanjungpinang SPBU Batu 3 Kota Tanjungpinang dan SPBU Batu 16 Kota Tanjungpinang. 

Saat melancarkan aksinya, para mafia BBM ini terlihat cukup tenang. Mereka dengan leluasa melansir BBM bersubsidi itu tanpa sedikitpun memiliki rasa takut akan sanksi pidana yang menantinya.

Menurut keterangan salah seorang narasumber, praktik terselubung ini telah berlangsung sejak lama. Mereka setiap hari beroperasi melansir BBM bersubsidi solar tanpa ada hambatan.

Cerdiknya lagi, para mafia BBM solar diduga kuat sengaja memodifikasi khusus truk menyerupai kendaraan pengangkut barang untuk mengelabuhi aparat penegak hukum.



"Truk pelansir kamuflase menyerupai kendaraan pengangkut barang. Setiap truk rata-rata memiliki lebih dari 10 kartu pengisian BBM," ungkap Sumber.

Bahkan, lebih mengejutkan lagi, setiap truk pelansir juga memiliki banyak plat nomor, sesuai dengan jumlah kartu pengisian BBM yang di miliki.

"Sangat janggal sekali jika petugas SPBU tidak mengetahui praktik ini. Biasanya, sopir-sopir truk pelansir solar itu diduga memberi uang pelicin untuk petugas pengisian," tuturnya.

Selain itu, kata sumber, tangki BBM truk pelansir ini juga sudah di modifikasi khusus dengan kapasitas yang jauh lebih besar dan posisinya tersembunyi di dalam bak truk.

"Tangki modifikasi inilah yang sering tumpah solar di jalan raya, karena isinya terlalu penuh atau ada kebocoran," jelasnya. 

Sistem transaksi jual beli BBM solar bersubsidi ilegal

Dugaan penyelewengan BBM solar di wilayah Tanjungpinang berlangsung cukup sistematis. Para pelansir membeli BBM dengan harga subsidi di SPBU dan nantinya di jual ke lokasi proyek atau pengepul solar ilegal dengan harga jauh lebih murah dari industri.



"Keuntungan bersih bisa mencapai Rp 2 ribu per liter. Sehingga jika diakumulasikan per 1 ton mereka meraup keuntungan Rp 2 juta. Pastinya saling menguntungkan, pihak proyek dapat harga BBM lebih murah dari harga industri sementara pihak pelansir dapat harga lebih tinggi dari harga subsidi," tutur sumber.

Lokasi Penimbunan BBM Solar Bersubsidi ilegal

Hilir mudik truk pelansir BBM solar bersubsidi dari sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang ternyata mengarah ke sebuah gudang yang beralamat di Batu 23 Gesek, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. 

Informasi yang berhasil dihimpun, gudang penimbunan BBM jenis solar ini diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial AY. Pria itu, juga disebut-sebut sebagai pemain solar terbesar di wilayah Tanjungpinang.

"Pemilik gudang berinisial AY. BBM bersubsidi solar yang di lansir dari SPBU itu, ditimbun di dalam gudang tersebut," tutur sumber.

Tak hanya itu, sumber juga menyebut, bahwa lancarnya praktik penyelewengan BBM bersubsidi ini, diduga kuat karena adanya pihak tertentu yang membekingi.

"Praktik pelansir BBM bersubsidi solar ini berlangsung cukup terang-terangan. Patut di duga ada pihak yang membekingi atau menerima setoran dari pemain solar," terangnya.

Perihal temuan ini, awak media masih terus berupaya mengkonfirmasi pihak terkait untuk mendalami lebih lanjut dugaan penyelewengan BBM solar tersebut. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Jakarta.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman BP Batam dan Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022, sekaligus bagian dari langkah memperkuat posisi RSBP Batam dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.

Audiensi dipimpin Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait. Ia hadir bersama Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, Wakil Direktur Keuangan dan Umum, Evi Elfiana Br. Bangun, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Muhammad Yanto, Kepala Satuan Penjaminan Mutu, Feri Nawa Pamungkas serta jajaran manajemen dan staf teknis.

Menurut Ariastuty, audiensi tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi layanan RSBP Batam.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan RSBP Batam berkembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan yang mampu mendukung program prioritas kesehatan nasional,” ujar Ariastuty.

Dalam pertemuan tersebut, BP Batam dan RSBP Batam mengajukan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) prioritas kepada Kementerian Kesehatan. 

Usulan tersebut mencakup penguatan RSBP Batam sebagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit pengampu, serta pengembangan layanan prioritas nasional Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Transformasi tersebut sejalan dengan pengembangan peran RSBP Batam yang tidak lagi hanya sebagai rumah sakit penunjang investasi, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan, termasuk penyelenggaraan program fellowship.

Selain itu, RSBP Batam juga menyampaikan kesiapannya untuk menghadapi akreditasi Paripurna yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana layanan unggulan, termasuk di bidang kardiovaskular.

RSBP Batam juga memaparkan rencana pengembangan layanan lainnya, dimana salah satunya merupakan layanan hiperbarik yang akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pengusulan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengembangan RSBP Batam kami arahkan untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas sekaligus mendukung daya saing Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan menyoroti pentingnya pemerataan layanan penyakit jantung di luar Pulau Jawa.

“Penguatan layanan jantung di daerah merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Benyamin.

Terkait rencana pengembangan layanan jantung di RSBP Batam, Benyamin menyatakan dukungan secara prinsip. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang dimiliki RSBP Batam menjadi salah satu modal penting.

“Penguatan fasilitas kesehatan idealnya diberikan kepada rumah sakit yang telah siap dari sisi tenaga medis dan tata kelola layanan,” katanya.

Dalam konteks regional, Wakil Menteri Kesehatan menilai Batam memiliki posisi strategis sebagai tujuan layanan kesehatan dan wisata medis di Kepulauan Riau, di tengah pertumbuhan rumah sakit yang cukup pesat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pengembangan layanan kesehatan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut audiensi, BP Batam dan RSBP Batam akan menyiapkan usulan teknis lanjutan kepada Kementerian Kesehatan RI serta menjadwalkan pertemuan berikutnya guna mempercepat realisasi kerja sama strategis yang telah dibahas.

(Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Lapangan Engku Putri, Batam Center, pagi ini berubah menjadi "lautan energi" saat ratusan warga Batam tumpah ruah mengikuti gelaran Panbil Wellness Weekend Zumba Party & Poundfit Vaganza. 

Acara yang berlangsung hari Minggu (8/2/2026) ini sukses menggetarkan pusat kota dengan semangat olahraga yang luar L biasa meriah. Sejak pukul 06.00 WIB, antusiasme peserta sudah terlihat memenuhi area lapangan. 

Mengusung tema kebugaran yang seru dan inklusif, acara ini diawali dengan sesi Poundfit Vaganza, di mana dentuman ripstix secara serempak menciptakan harmoni kebugaran yang belum pernah terlihat sebelumnya di Batam Center. 

Kemeriahan berlanjut tanpa jeda ke Zumba Party yang penuh warna, dipandu oleh instruktur energik yang membakar semangat peserta dengan ritme musik upbeat. 

"Ini bukan sekadar olahraga biasa, ini adalah gebrakan gaya hidup sehat. Kami melihat antusiasme warga Batam yang luar biasa hari ini. Lapangan Engku Putri benar-benar pecah," ujar Hanna Kurniawati selaku Corporate Marcomm Manager serta perwakilan panitia penyelenggara dari Panbil Hospitality Group.

"Kami dari Wyndham Panbil Batam dan Panbil Residence Serviced Apartment juga ingin mengucapkan terima kasih atas setiap dukungan dari berbagai pihak seperti Pemko Batam, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Polsek Kota Batam, Polresta Barelang, RS Elisabeth Batam Kota, Percetakan Khiant OK, Villa Panbil, Majestic Ferry, RS Budi Kemuliaan serta Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam," sambungnya. 

Ucapan terima kasih, lanjut Hanna, juga kami berikan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang turut serta berolahraga bersama dengan kami serta berbagai komunitas olahraga lokal yang turut menyemarakkan suasana, antusiasnya sangat luar biasa.

Kemeriahan semakin memuncak dengan pembagian puluhan hadiah menarik bagi para peserta. Mulai dari berbagai macam souvenir dari Villa Panbil & RSBK, voucher F&B & Ramadhan serta voucher kamar dari Wyndham Panbil Batam dan Panbil Residence Serviced Apartment yang menjadi Grand Prize pada hari ini dan tiket Ferry Batam – Singapura – Batam (PP) dari Majestic Ferry. 

Acara yang berakhir dengan penuh senyum dan keringat sehat ini membuktikan bahwa kesadaran akan hidup sehat di Kota Batam terus meningkat. Panbil Wellness Weekend diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang dinantikan masyarakat," pungkasnya. (Isp)



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Nongsa bersama unsur pimpinan kecamatan menggelar gotong royong yang berlokasi di tempat pembuangan sampah persis berada pinggir jalan, RW. 18 Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (7/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Nongsa Kompol Eriman, Sekcam Nongsa Safaat, S.H, Wakapolsek Nongsa AKP Gunawan, S.H, PJU Polsek Nongsa, Koramil 03/Nongsa dihadiri oleh Pers. Babinsa.

Kemudian, Kasitrantib Kelurahan Kabil Theodore, Personil Polsek Nongsa, Satgas Kebersihan Kecamatan Nongsa, Ketua RW. 17 Kabil Ramadhan, Ketua RW. 18 Kabil Ferry dan ⁠masyarakat Kelurahan Kabil.

Kapolsek Nongsa Kompol Eriman menjelaskan, kegiatan gotong royong bersama ini dilaksanakan dalam rangaka mendukung program Presiden RI tentang gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).

"Melalui kegiatan ini, kita juga ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman serta mendorong aksi perubahan perilaku individu, masyarakat dan pemerintah agar lebih peduli terhadap lingkungan," ungkap Kompol Eriman.

Tak hanya itu, gotong royong ini juga menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat. Sehingga, terciptanya situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Nongsa yang selalu aman dan kondusif.

Selain gotong royong, Polsek Nongsa juga melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran Bansos oleh Polsek Nongsa berupa 10 karung beras ukuran 5Kg kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu.

"Kita menyalurkan bansos ini sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat kurang mampu dengan harapan dapat meringankan beban mereka," jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Kompol Eriman berharap, masyarakat di wilayah hukum Polsek Nongsa dapat saling bersinergi bersama TNI-Polri untuk menciptakan lingkungan yang Asri demi kenyamanan bersama.

"Mari kita bersama-sama mendukung penuh program Presiden RI tentang gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman bagi kita semua," pungkasnya. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh membuktikan komitmennya sebagai kawasan industri yang taat regulasi dan transparan. Hal ini menyusul hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) dan pembinaan yang dilakukan oleh Tim Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (5/2/2026). 

Inspeksi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Disnakertrans Kepri, Jhon Andariasta Barus, dan Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Said Muhammad Idris, bertujuan untuk memastikan seluruh operasional di KEK Tanjung Sau berjalan sesuai dengan norma ketenagakerjaan dan aturan keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia.

Audit Transparan: 100% Legalitas Dokumen TKA

Dalam proses verifikasi lapangan yang didampingi oleh Manajer HSE PT Batamraya Sukses Perkasa (BSP), Jhon Sinaga, tim pengawas melakukan penyisiran menyeluruh, mulai dari area kerja hingga fasilitas hunian pekerja. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) di lokasi memiliki dokumen legalitas yang lengkap tanpa pengecualian.

Berdasarkan data pemeriksaan, terdapat tiga entitas kontraktor yang beroperasi di lokasi dengan rincian kepatuhan sebagai berikut:

1. PT. Helios Power Technologi, menggunakan TKA sebanyak 46 orang seluruhnya memiliki RPTKA. 

2. PT. Dongfeng menggunakan TKA sebanyak 6 orang seluruhnya memiliki RPTKA yang merupakan advisor PT. HPT. 

3. Deep Link Steel Group Internasional Engineering menggunakan TKA 8 orang seluruhnya memiliki RPTKA yang merupakan sub kontraktor PT. HPT. 

"Sebanyak 60 orang TKA di KEK Tanjung Sau terbukti secara sah memiliki Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Kami sangat mengapresiasi pengelola kawasan atas kepatuhan yang konsisten dan sistem pengawasan internal yang melekat," tegas Jhon Andariasta Barus.

Komitmen Alih Teknologi dan Pemberdayaan Lokal

Selain aspek administratif, KEK Tanjung Sauh juga menunjukkan keberpihakan pada pengembangan SDM lokal. Manajemen PT BSP menegaskan bahwa kehadiran tenaga asing di kawasan ini bersifat sementara untuk kebutuhan teknis tertentu yang nantinya akan dialihkan melalui program Alih Teknologi.

Direktur PT BSP, Anwar, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik pembinaan rutin dari pemerintah guna menjaga iklim investasi tetap kondusif dan stabil.

"Kami terus berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan masyarakat di sekitar wilayah proyek Tanjung Sau. Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemenuhan norma ketenagakerjaan adalah prioritas utama kami dalam setiap tahap pembangunan," ujar Anwar.

Pengawasan Intensif demi Standar K3

Langkah preventif ini sejalan dengan instruksi Kepala Dinas Nakertrans Kepri untuk melakukan pengawasan intensif di seluruh wilayah kepulauan guna memastikan perusahaan tidak hanya mengejar target pembangunan, tetapi juga menjamin keamanan dan hak-hak pekerja.

"Dengan hasil sidak ini, KEK Tanjung Sauh memposisikan diri sebagai role model kawasan industri yang mengedepankan sinergi antara investasi asing, kepatuhan hukum nasional, dan kesejahteraan sosial masyarakat lokal," pungkasnya. (Isp) 




INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Salah seorang wali murid pelajar siswi SMA 4 Tanjungpinang mengaku kesal kepada oknum anggota Polres Tanjungpinang saat melaporkan dugaan keterlibatan pelansir solar dalam insiden tumpahan solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, Rabu (4/2/2026) kemarin.

Bukan tanpa sebab, pria berinisial E melaporkan keterlibatan pelansir solar ke Polres Tanjungpinang, karena kesal setelah putrinya turut menjadi korban dalam insiden tumpahan solar tersebut.

"Awalnya, kita melapor ke Satreskrim Polres Tanjungpinang dan mereka mengarahkan kita untuk membuat laporan ke Unit Satlantas, karena pihak Satreskrim mengaku insiden tumpahan solar itu tidak masuk dalam wewenang mereka," unkap E kepada wartawan, Jum'at (6/2/2026).

Atas dasar itu, E mencoba mengadu ke unit Satlantas Polres Tanjungpinang. Namun, sangat disayangkan, E mengaku mendapat perlakuan kurang baik. Oknum petugas Satlantas malah bertanya balik kepada E soal asal usul pelansir solar tersebut.

"Bukannya direspon dulu laporan kita, malah tanya balik "armada mobil solar siapa yang tumpah di jalan itu," ujar E menirukan gaya bicara oknum anggota Polres Tanjungpinang.

Pertanyaan yang dianggap main-main itu sontak membuat E kebakaran jenggot. Ia menganggap Unit Satlantas Polres Tanjungpinang tidak profesional dalam menanggapi sebuah laporan masyarakat. 

"Kok malah tanya balik ke saya. Kalau tau mobil pelansir solar siapa yang mengakibatkan anak saya jatuh, tentu sudah saya bakar," jawab E kepada oknum anggota Satlantas Polres Tanjungpinang. 

Menurut E, kedatangannya ke Polres Tanjungpinang semata-mata untuk mencari solusi perihal insiden yang menimpa putrinya itu. Korban terjatuh saat dibonceng motor akibat tumpahan solar itu.



"Saya ke Polres ini untuk mencari solusi, kerena kami anggap mereka lah pihak yang berwenang. Tetapi sepertinya kita tidak direspon," tutur E.

Lanjut, E menjelaskan, insiden tumpahan minyak solar di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani mengakibatkan putrinya mengalami luka-luka di bagian kaki hingga membuat sang putri tidak beraktivitas sekolah seperti biasa.

"Kita sangat kesal dengan para pelansir solar ini. Harusnya, mereka bertanggung jawab bukan malah kabur. Anak saya jadi korban, mau berdiri saja harus digendong," jelasnya. 

Seperti diketahui, insiden tumpahan solar yang terjadi ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, kilometer 4, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Rabu (4/2/2026) kemarin, mengakibatkan sejumlah korban pengendara sepeda motor mengalami luka-luka hingga patah tulang.

Parahnya lagi, terduga pelaku yang disebut-sebut pelansir solar itu, justru enggan bertanggung jawab atas insiden ini dan memilih untuk melarikan diri. 

Menurut informasi yang berhasil dihimpun pewarta, aktivitas penimbunan BBM jenis solar di wilayah hukum Polres Tanjungpinang saat ini cukup marak. Mereka, dengan leluasa melancarkan bisnis terselubung itu demi meraup keuntungan sepihak. 

Tak jarang, masyarakat harus menjadi korban akibat ulah pelansir solar ini. Tumpahan solar yang diangkut mereka saat melansir, kerap kali tumpah di ruas jalan dan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Tanjungpinang. 

Selain itu, masyarakat juga menilai, bahwa lemahnya pengawasan Aparat Penegak Hukum (APH) juga perlu menjadi perhatian serius agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. (Atok)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.