INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang didampingi Wakil Wali Kota Serena C. Francis, di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Jum'at (10/4/2026).

Kunjungan ini menegaskan posisi Batam sebagai percontohan (pilot project) pelayanan publik dan perizinan investasi berbasis digital di Indonesia.

Dalam pemaparan, Amsakar memperkenalkan tiga inovasi utama BP Batam, yakni Dashboard Investasi sebagai command center pemantauan real-time, MANTAB (Manajemen Talenta Batam) untuk integrasi tenaga kerja dengan kebutuhan industri berbasis teknologi, serta Duta Investasi sebagai penguat promosi dan daya tarik investasi Batam.

Kunjungan diawali dengan peninjauan Dashboard Investasi di ruang Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Francis, yang memungkinkan pemantauan langsung serta percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha, kemudian dilanjutkan ke layanan PTSP di Mall Pelayanan Publik.

Amsakar menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran antar daerah dalam memperkuat daya saing.

“Substansinya, kunjungan ini menjadi komparasi yang baik bagi kedua belah pihak. Fokusnya adalah mendorong terobosan peningkatan daya saing daerah melalui simplifikasi, penyederhanaan standar, serta percepatan waktu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan birokrasi harus berorientasi pada kemudahan layanan.

“Birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang memudahkan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa Batam menjadi rujukan penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern dan terukur.

“Kami datang untuk menjemput standar baru pelayanan publik. Praktik baik di Batam—transparan, akuntabel, efektif, dan efisien—akan kami adaptasi. Dashboard Investasi dan MANTAB menjadi contoh konkret yang akan kami terapkan di Kupang,” ujar Christian.

Ia menilai, Batam telah berhasil menjadi lokomotif kemajuan kawasan strategis sekaligus model pelayanan publik berbasis digital yang dapat direplikasi di daerah lain.

Kunjungan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis, Anggota Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta sejumlah pejabat Eselon II.

Melalui kolaborasi ini, Batam dan Kupang diharapkan dapat memperkuat sinergi sebagai kota jasa, termasuk membuka peluang kerja sama investasi, pengembangan SDM dan pertukaran tenaga kerja di masa mendatang. (Isp) 



Sempat Viral, Tambang Tanah Bauksit ilegal di Hutan Lindung Tower TPA Kabil Kembali Beroperasi 

INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Sempat terhenti karena viral di media, aktivitas tambang tanah bauksit di kawasan hutan lindung Tower Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa kembali beroperasi.

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah dumptruk yang di dominasi roda 10 dan 6 nampak hilir mudik mengangkut material bauksit dari kawasan hutan lindung tersebut. 

Lebih parahnya lagi, mereka sangat leluasa menggempur area bukit tower hutan lindung ini. Padahal, sebelumnya Ditreskrimsus Polda Kepri telah mengatensi khusus praktik terselubung tersebut. 

"Baru beberapa hari ini mereka jalan pak. Ada dugaan dibekingi orang kuat dibelakangnya, kerena lokasi tersebut sempat viral di sejumlah media tetapi masih juga berani mereka jalan," ungkap warga sekitar.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau memberikan atensi khusus terhadap aksi pengerusakan hutan lindung di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa.

Atensi khusus ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora, S.I.K., M.H, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (16/3/2026) kemarin.

Dalam hal ini, Kombes Pol. Silvester Simamora menyebut bahwa pihaknya akan segera turun ke lokasi menindaklanjuti kasus ini.

"Segera ditindak lanjuti," ujar singkat Kombes Pol. Silvester Simamora.

Seperti diketahui, baru-baru ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau berhasil mengungkap kasus tindak pidana kehutanan terkait penguasaan lahan konservasi seluas sekitar 294 hektare di kawasan Hutan Taman Buru Rempang, Sei Raya, Kota Batam, Jum'at (6/3/2026).

Dalam pengungkapan ini, polisi menetapkan seorang pria berinisial HA (54) sebagai tersangka karena diduga menguasai dan memanfaatkan lahan seluas 294 hektare secara ilegal.

Kombes Pol Silvester Simamora menegaskan bahwa langkah penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan praktik mafia tanah atau mafia lahan yang merugikan negara.

“Penegakan hukum ini kami lakukan terhadap praktik mafia lahan. Kami tegaskan bahwa langkah ini ditujukan kepada pelaku mafia lahan, bukan kepada masyarakat,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, aktivitas tambang tanah bauksit di kawasan hutan lindung persis bersebelahan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa melenggang bebas beroperasi.

Pantauan wartawan, sejumlah dump truk yang didominasi roda 6 dan alat berat jenis ekskavator nampak hilir mudik dan beroperasi dari lokasi itu. Mereka leluasa menggempur material tanah bauksit yang dihasilkan dari kawasan hutan lindung tersebut.

Diketahui, lahan TPA Punggur hingga saat ini masih berstatus kawasan hutan lindung. Namun, sangat disayangkan, kini justru beralih fungsi menjadi hamparan tanah gersang tanpa ditumbuhi pepohonan yang disebabkan aktifitas penambangan tanah urug di lokasi itu.

Lebih mengejutkan lagi, material tanah bauksit itu justru disinyalir di komersilkan secara ilegal ke sejumlah proyek penimbunan di Kota Batam. Tanpa memiliki regulasi atau perizinan, para pelaku pengerusakan hutan lindung itu secara terang-terangan melancarkan bisnis terselubung ini.

"Ya benar pak, tanah bauksit di kawasan hutan lindung ini di jual dengan harga bervariasi. Untuk dump truk roda 6 di bandrol dengan harga Rp 130 per dump," ungkap warga setempat.

Menurut keterangan warga, aktivitas tambang tanah bauksit ini baru beroperasi. Lancarnya, proyek tersebut diduga kuat adanya keterlibatan seseorang yang mengaku menguasai lahan tersebut. 

"Baru aja mereka beroperasi. Kalau pemilik lahan disini pak Bo Tuang, penanggung jawab di lokasi pak Udin. Lancarnya aktivitas itu, karena mereka diduga kuat telah mengatur kordinasi dengan aparat maupun dinas terkait agar semua aman," ujarnya. 

Seperti diketahui, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2012 dan Nomor 4 Tahun 2021, bahwa setiap kegiatan yang berpengaruh pada lingkungan hidup wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

Selain itu, tambang tanah bauksit ini patut diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sudah jelas, jika mereka benar-benar terbukti melakukan pelanggaran maka dapat dipastikan dijerat Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, Juncto Pasal 55 dan atau Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 100 miliar. (ISP)



Satgas Pamtas Yonif 136/TS 'Door to Door' Beri Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Kampung Anepalui


INSPIRASIKEPRI.COM | Papua - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan terus ditunjukkan oleh Satuan Tugas Pengamanan Kewilayahan RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti yang berada di bawah kendali operasi Korem 173/Praja Vira Braja. 

Melalui Pos Nume, personel Satgas secara rutin melaksanakan pelayanan kesehatan bagi warga Kampung Anepalui, Distrik Nume, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Jum'at (10/4/2026)

Kegiatan pelayanan kesehatan ini dilaksanakan secara door to door sebagai bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah perbatasan. 

Danpos Nume, Kapten Inf Ahmad Sultoni Yahya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Satgas Yonif 136/TS untuk meringankan beban masyarakat.

“Pelayanan kesehatan secara langsung dari rumah ke rumah ini merupakan wujud kepedulian dan bakti kami kepada masyarakat Papua, khususnya di wilayah perbatasan RI–PNG,” ujarnya.


Dalam pelaksanaannya, personel yang dipimpin oleh Sertu Jodi Nainggolan bergerak menuju Kampung Anepalui. Kedatangan mereka pun disambut antusias oleh warga yang telah memahami maksud dan tujuan kehadiran personel Pos Nume, yakni memberikan pelayanan kesehatan secara gratis.

Dengan sigap, tenaga kesehatan Pos Nume, Serda Piyoga selaku Bintara Kesehatan (Bakes) bersama Praka Suprianto selaku Tamtama Kesehatan (Takes), memeriksa satu per satu warga yang datang berobat. Mereka juga memberikan obat sesuai dengan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat.

Kehadiran Satgas ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Mama Sabuke Wenda (59), yang mewakili masyarakat Kampung Anepalui, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh TNI.

“Saya sangat senang karena bapak TNI peduli dengan kesehatan kami di sini. Apalagi saya yang sudah hampir satu minggu menderita asam urat, merasa sangat terbantu dengan obat yang diberikan. Sekali lagi, saya sangat berterima kasih kepada bapak TNI yang terus hadir dan memperhatikan kami,” ungkapnya haru.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga mempererat hubungan dengan masyarakat serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Papua. (ISP)

TNI AD Bersama Rakyat, Satgas Yonif 136/TS Menyerahkan Bantuan Pembangunan dan Alkitab Untuk Gereja Bethel Mulia

INSPIRASIKEPRI.COM | Papua - Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti melalui Pos Komando Taktis (Kotis) dengan memberikan bantuan berupa 15 sak semen dan Alkitab kepada Gereja Bethel Mulia.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komandan Satgas, Letkol Inf Yudi Satra Prabowo, S.H., M.IP., kepada pihak gereja sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus pembinaan mental spiritual masyarakat di wilayah penugasan.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, penyerahan bantuan ini disambut dengan rasa syukur oleh jemaat Gereja Bethel Mulia. Kehadiran Satgas tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas ibadah yang layak.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Yudi Satra Prabowo menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


“Kami dari Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dengan tulus memberikan bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada Gereja Bethel Mulia. Semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat, membantu pembangunan gereja, serta membawa berkat bagi seluruh jemaat. Kami juga berharap kebersamaan dan hubungan baik ini terus terjalin dengan harmonis,” ungkap Letkol Inf Yudi Satria Prabowo 

Sementara itu, pihak Gereja Bethel Mulia turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Satgas Yonif 136/Tuah Sakti.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, khususnya kepada Bapak Dansatgas yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam proses pembangunan gereja. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan dan tugas yang dijalankan selalu diberkati serta dilindungi,” ujar perwakilan pihak gereja.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di wilayah penugasan. 

Diharapkan, bantuan tersebut dapat mempercepat proses pembangunan gereja dan memberikan kenyamanan bagi jemaat dalam beribadah, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Papua yang lebih baik. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, menyambut kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka koordinasi pencegahan korupsi pada Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN), Rabu (8/4/2026).

Kunjungan tim KPK yang dipimpin oleh Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V, Dian Patria, bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas investasi di kawasan strategis nasional. 

KPK menilai bahwa sektor Kawasan Industri, KEK, dan PSN memiliki kerentanan pada aspek kepatuhan perizinan, penanaman modal, hingga pengembangan kawasan, sehingga diperlukan penguatan tata kelola secara menyeluruh.

Dalam pertemuan tersebut, KPK menegaskan pentingnya memastikan seluruh insentif yang diberikan negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional, sekaligus mencegah praktik moral hazard pada kawasan industri di tengah tantangan global yang dinamis.

“Kami sangat mengapresiasi diskusi yang dinamis bersama BP Batam. Ini memperkaya koordinasi dalam memetakan risiko pencegahan korupsi, penyelesaian masalah lintas pihak, serta penyelamatan kekayaan negara pada kawasan strategis,” ujar Dian Patria.

KPK menerangkan telah melakukan kunjungan ke sejumlah Kawasan Industri Strategis di Indonesia guna melihat secara langsung berbagai aspek guna memastikan bahwa insentif yang diberikan negara kepada Kawasan Industri, KEK atau PSN telah memberikan manfaat bagi kepentingan negeri dan masyarakat.

“Indeks persepsi kita turun dimana yang di survey adalah pelaku usaha multinasional. Kita mau pastikan jangan sampai ada moral hazard dan realita bahwa investasi tidak membawa manfaat buat negara. Mari memastikan kepatuhan Pelaku Usaha dalam KI, KEK, dan PSN kepada negara, apakah sudah bayar pajak, ikuti SOP dan patuh pada aturan. Pelaku usaha harus comply, begitupun dengan pengawasannya," terang Dian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen BP Batam dalam memperkuat tata kelola kawasan strategis yang bersih dan akuntabel, khususnya pada Kawasan Industri, KEK, dan PSN di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

“Koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah, khususnya dalam pencegahan korupsi pada kawasan industri, KEK, dan PSN," ujar Amsakar. 

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, juga menyoroti pembenahan tata kelola kawasan investasi di Batam, khususnya terkait irisan kebijakan antara Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ia menjelaskan bahwa Batam memiliki karakteristik khusus sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang berbeda dengan daerah lain, baik dari sisi insentif fiskal maupun nonfiskal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang adaptif dan terintegrasi agar tidak terjadi benturan antara FTZ, KEK, dan PSN.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa posisi Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) selama ini dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan investasi. 

Menurutnya, penguatan kebijakan sebaiknya difokuskan pada optimalisasi FTZ itu sendiri. Sehingga pihaknya menyoroti adanya kebijakan KEK dan PSN di wilayah FTZ dikhawatirkan dapat berbenturan dengan fasilitas FTZ itu sendiri.

Dalam diskusi turut dibahas sejumlah isu strategis lintas sektor, antara lain terkait perizinan dasar dan lingkungan, pengawasan kepabeanan dan tenaga kerja asing, integrasi sistem informasi, pasokan energi dan air bagi industri, pengelolaan lingkungan, serta penguatan pengawasan kawasan.

Sebagai langkah strategis ke depan, BP Batam mendorong penguatan peran Batam sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) secara penuh, dengan meminimalkan adanya irisan kebijakan dengan skema lain seperti KEK dan PSN.

KPK juga menyoroti pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban perpajakan, pelaporan, dampak lingkungan serta regulasi yang berlaku, guna memastikan investasi yang masuk memberikan kontribusi nyata bagi negara dan masyarakat.

Melalui koordinasi ini, BP Batam dan KPK sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mendorong iklim investasi yang sehat, transparan, dan berintegritas, sekaligus memastikan bahwa pengembangan kawasan industri, KEK, dan PSN di Batam dapat memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah dan nasional. (Isp) 



Wujud Kepedulian TNI AD, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti Kembali Anjangsana di Distrik Tinggi Nambut

INSPIRASIKEPRI.COM | Puncak Jaya - Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti. Dalam kesempatan ini, personel Satgas kembali melaksanakan kegiatan anjangsana dengan membagikan sargal kepada warga di Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Rabu (8/4/2026).

Dalam hangatnya kebersamaan di tanah pegunungan Papua, kepedulian hadir menyapa dari hati ke hati, mempererat tali persaudaraan antara prajurit dan rakyat.

Kegiatan tersebut menyasar kediaman Bapak Elek (40), yang disambut dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Suasana akrab begitu terasa saat personel Satgas berinteraksi langsung dengan warga setempat, mencerminkan kedekatan emosional yang terjalin antara TNI dan warga.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, kehadiran Satgas juga dimanfaatkan untuk berdialog secara langsung guna mengetahui kondisi serta kebutuhan yang dihadapi warga. Pendekatan humanis ini menjadi bagian penting dalam membangun rasa saling percaya, sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wadanpos Tinggi Nambut Letda Inf Syamsu Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat di wilayah penugasan. 

“Kami hadir tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai saudara bagi masyarakat. Harapan kami, bantuan ini dapat bermanfaat dan semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Elek selaku warga yang menerima bantuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. 

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kepedulian bapak-bapak TNI. Kehadiran Satgas di sini membuat kami merasa aman dan diperhatikan,” tuturnya dengan penuh haru.

Melalui kegiatan anjangsana ini, Satgas Yonif 136/TS terus meneguhkan komitmennya dalam menjalin kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi serta memperkuat semangat kebersamaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Diharapkan, kehadiran Satgas di Distrik Tingginambut tidak hanya membantu meringankan beban warga, tetapi juga mampu menjaga stabilitas keamanan wilayah agar tetap kondusif, serta mempererat hubungan harmonis yang telah terjalin dengan baik. (ISP)



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melaksanakan pertemuan dengan Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat di Gedung Bida Utama BP Batam, Selasa (7/4/2026).

Pertemuan itu dalam rangka membahas tindak lanjut dan rekomendasi atas hasil pemantauan BPK RI terhadap laporan keuangan BP Batam TA 2025.

Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra menegaskan komitmen lembaganya untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan BPK RI. BP Batam mendukung penuh seluruh tahapan audit melalui kesiapan data dan informasi.

"Terima kasih atas input yang diberikan BPK RI, BP Batam akan segera menindaklanjuti dan terus berkoordinasi dengan tim pemeriksa sehingga bisa menjaga dan lebih meningkatkan kualitas laporan keuangan," kata Amsakar. 

Amsakar yang juga Wali Kota Batam, menambahkan, asistensi BPK berperan strategis bagi tata kelola pemerintahan, terlebih saat Batam terus memperkuat posisi sebagai kota industri unggulan. Hasilnya, diharapkan berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

Pertemuan ini menjadi upaya strategis kedua lembaga untuk saling memperkuat sinergi dalam mendorong tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Hadir mendampingi pertemuan yaitu Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan, Alexander Zulkarnain, Kepala Biro umum, Mohamad Taofan, Kepala Biro Keuangan, Siswanto, Kepala Satuan Pemeriksa Intern, Imbuh Agustanto, Direktur Pemeriksaan AKN 5B, Arman Syifa dan Ketua Tim Pemeriksaan LK BP Batam TA 2025, Zainudin Rudy P. (Isp) 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.