INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah penguatan struktur Jalan Gajah Mada, khususnya di kawasan tanjakan Hotel Vista, yang terdampak pergerakan tanah. Penanganan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan pemantauan kondisi tanah di lokasi.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, persoalan tersebut telah ditangani secara bertahap selama sekitar satu tahun belakangan ini. 

BP Batam sebelumnya telah melakukan perbaikan badan jalan sebanyak dua kali, namun perubahan bentuk struktur jalan kembali terjadi, karena pergerakan tanah masih berlangsung.

“Persoalannya bukan hanya pada badan jalan. Dari hasil kajian, terdapat pergerakan tanah di bawah permukaan sehingga penanganannya juga harus dilakukan terhadap struktur tanahnya,” ujar Ariastuty, Kamis (1/10/2026). 

Untuk mengetahui penyebab dan pola pergerakan tanah di Jalan Gajah Mada tersebut, BP Batam bersama konsultan melakukan serangkaian kajian teknis. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, antara lain melalui pengukuran kondisi tanah.

Dari hasil kajian tersebut terindikasi adanya pergerakan tanah (sliding) pada kedalaman sekitar delapan meter. BP Batam kemudian melakukan pemantauan melalui sekitar 50 titik untuk mengetahui perkembangan pergerakan tanah di lokasi.

Dari hasil pemantauan, menunjukkan adanya pergerakan dengan besaran yang berbeda pada sejumlah titik, mulai dari beberapa milimeter hingga belasan sentimeter.

“Pemantauan di 50 titik ini penting untuk melihat bagaimana pola pergerakannya. Karena setiap titik menunjukkan pergerakan yang berbeda, kita perlu memastikan penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi tanah di lapangan,” kata Ariastuty.

Secara teknis, salah satu faktor yang dikaji berkaitan dengan kondisi lapisan tanah lunak serta perubahan beban dan kandungan air. Namun, penyebab dan desain penanganan masih mengacu pada hasil kajian teknis konsultan yang perlu difinalisasi.

BP Batam juga telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi dampak pergerakan tanah. Selain perbaikan jalan, pengaturan aliran air di sekitar lokasi sempat dilakukan untuk mengurangi beban air. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya menghentikan pergerakan tanah.

Berdasarkan kajian teknis yang ada, salah satu opsi penanganan yang tengah dipertimbangkan adalah pemasangan sheet pile secara rapat untuk menahan pergerakan tanah. Langkah tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum perbaikan badan jalan, sehingga struktur jalan yang dibangun kembali berada di atas kondisi tanah yang lebih stabil.

“Prinsipnya, pergerakan tanah harus kita stabilkan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pekerjaan pada badan jalan. Jadi, kita tidak hanya menangani dampak di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur yang menahan pergerakan tanah,” jelasnya.

Sebelumnya, penanganan dengan sistem piling juga telah dilakukan. Namun, berdasarkan evaluasi teknis, jarak antarpancang masih memungkinkan tanah dan air bergerak melalui celah sehingga diperlukan kajian terhadap sistem penguatan yang lebih sesuai.

Saat ini, BP Batam tengah menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil kajian teknis. Perhitungan kebutuhan pekerjaan dan biaya menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

BP Batam juga mengkaji langkah awal berupa pengurangan beban tanah di sekitar lokasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan pada bidang tanah yang mengalami pergerakan sembari menunggu pelaksanaan penguatan struktur.

Untuk pekerjaan utama, khususnya pemasangan sheet pile dan perbaikan jalan, diperlukan proses administrasi, penganggaran, serta pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ariastuty memastikan, BP Batam terus mendorong penyelesaian persoalan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan administrasi.

“Kami memahami kondisi Jalan Gajah Mada ini menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara tepat berdasarkan kajian. Targetnya bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan kondisi tanah yang menjadi dasar jalan juga ditangani,” pungkas Ariastuty. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9/2026). 

Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, pelaksanaan aksi korporasi ini telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen.

Terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan. 

Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antar entitas secara berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno menyampaikan, atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. 

"Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia," ujar Nanang. 

RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekaligus berkontribusi pada meningkatnya kinerja Perseroan dan mendukung suksesnya agenda transformasi TLKM 30. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Telkom setelah RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:


Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo

Komisaris : Ossy Darmawan

Komisaris : Rizal Mallarangeng

Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah

Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim

Komisaris Independen : Anthony Leong

Komisaris Independen : Deswandhy Agusman

Komisaris Independen : Ira Noviarti


Jajaran Direksi

Direktur Utama : Nanang Hendarno                                                     

Direktur Enterprise & Business Service                     

                              : Veranita Yosephine

Direktur Human Capital Management               

                              : Willy Saelan

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko                  

                              : Arthur Angelo Syailendra

Direktur Network : Budi Satria Dharma Purba

Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji

Direktur Wholesale & International Service               

                              : Radita Ali Putra

Direktur IT Digital : Kharim I. G. Siregar

Direktur Legal & Compliance                                    

                               : Andy Kelana

InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia

Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.

“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan, konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan juga memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional.

“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno.

Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut, didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia. Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan.

Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri. 

“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman.

InfraNexia menjalankan model bisnis berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Portofolio tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis masing-masing pelanggan.

Sejalan dengan penguatan skala bisnis, InfraNexia juga terus mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons permintaan pelanggan yang terus meningkat.

Penguatan skala dan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia untuk memastikan infrastruktur yang dikelolanya terus relevan dan mengalir dengan kebutuhan Indonesia yang semakin terkoneksi. Dengan skala jaringan nasional, model bisnis terbuka, dan pengelolaan yang semakin terintegrasi, InfraNexia memperkuat perannya sebagai fondasi infrastruktur bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.

“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman. (Isp) 

 39 Personel Korem 033/WP Resmi Naik Pangkat, Danrem : Pangkat Yang Lebih Tinggi Membawa Tanggung Jawab Moral dan Tugas Semakin Besar
INSPIRASIKEPRI.COM | Batam - Suasana penuh khidmat dan kebanggaan mewarnai Lapangan Upacara Makodim 0316/Batam pada Kamis pagi (1/10/2026).

Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Bambang Herqutanto, M.Han., secara langsung memimpin upacara Laporan Korps dan Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama jajaran Korem 033/WP Periode 1 Oktober 2026. 

Acara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini turut dihadiri para pejabat utama Korem 033/WP,Kasiren Kol Inf.Anggoro Hery Pratiko,Kasilog Kol Inf.Elri Priyanto,Kasipera Kol Inf.Zainal Abidin Rambr dan Komandan Kodim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana, serta jajaran perwira staf.

Tercatat sebanyak 39 personel Korem 033/WP resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, yang terdiri dari 20 orang Perwira serta 19 orang Bintara dan Tamtama. Momen krusial dalam upacara ditandai dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat baru secara simbolis oleh Danrem 033/WP kepada perwakilan prajurit. 


Prosesi ini menegaskan kepercayaan negara atas dedikasi serta profesionalisme yang telah ditunjukkan para prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Kepulauan Riau.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Bambang Herqutanto menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sebatas hadiah atau rutinitas semata, melainkan wujud penghargaan tertinggi dari negara atas prestasi kerja, dedikasi, dan loyalitas prajurit. Beliau mengingatkan bahwa pangkat yang lebih tinggi membawa tanggung jawab moral dan tugas yang makin besar. 

"Oleh karena itu, momen ini hendaknya dijadikan lecutan semangat dan motivasi baru untuk terus meningkatkan kinerja demi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," ungkap Danrem.

Danrem 033/WP juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para istri dan keluarga prajurit yang senantiasa hadir memberikan dukungan moril. 

Menurutnya, keberhasilan karier seorang prajurit di lapangan tidak lepas dari doa, kesetiaan, dan keteguhan keluarga yang terus mendampingi di setiap tingkah langkah pengabdian. 

"Kehadiran para pendamping setia ini menjadi pilar utama di balik ketangguhan para prajurit dalam menjalankan tugas kewilayahan," ujarnya.

Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat secara langsung oleh Danrem 033/WP beserta Ketua Persit KCK Koorcab Rem 033 PD XIX/Tuanku Tambusai dan seluruh jajaran kepada para prajurit yang naik pangkat beserta istri. 

Tepat pukul 07.30 WIB, kegiatan berakhir dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta berjalan dengan aman dan tertib. (ISP)

Atasi Krisis Air Akibat Kemarau, Korem 033/WP Distribusikan 45 Ton Air Bersih di 4 Kabupaten/Kota
INSPIRASIKEPRI.COM | TANJUNGPINANG - Sebagai wujud kepedulian TNI dalam mengatasi kesulitan rakyat akibat kekeringan dan keterbatasan air bersih, Korem 033/Wira Pratama bersama jajaran Kodim melaksanakan kegiatan pembagian air bersih secara serentak di wilayah Kepulauan Riau, Selasa (29/09/2026).

Di wilayah Kodim 0315/Tanjungpinang, kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota. Sebanyak 100 KK menerima manfaat dengan masing-masing 200 liter, dengan total distribusi 10 ton air bersih layak konsumsi yang diangkut menggunakan mobil Damkar dan Pick Up.

Sementara itu Kodim 0316/Batam melaksanakan pembagian air bersih di RT 09/RW 06 Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung. Sebanyak 87 KK menerima masing-masing 200 liter air bersih dengan total 10 ton yang didistribusikan menggunakan mobil Damkar dan mobil tangki air.

Selanjutnya di wilayah Kodim 0317/TBK, kegiatan dilaksanakan di Jalan Telaga Mas RT 01,02/RW 02 Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Sebanyak 100 KK menerima manfaat masing-masing 100 liter dengan total distribusi 5 ton air bersih layak konsumsi menggunakan mobil Damkar dan Pick Up.

Sedangkan di wilayah Kodim 0318/Natuna, pembagian air bersih dilaksanakan di Desa Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Sebanyak 100 KK menerima masing-masing 200 liter dengan total distribusi terbanyak yakni 20 ton air bersih layak konsumsi yang diangkut menggunakan Tosar dan Pick Up.

"Dengan total distribusi mencapai 45 ton air bersih untuk 387 Kepala Keluarga di empat wilayah, kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan," ujar Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto.

Korem 033/Wira Pratama menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


INSPIRASIKEPRI.COM | SINGAPURA - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, hadir dalam kegiatan Tech Week Singapore 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (30/9/2026).

Kehadiran Li Claudia membawa pesan penting kepada negara-negara Asia bahwa Batam sedang membangun ekosistem data centre yang terintegrasi.

Komitmen ini terlihat dari upaya BP Batam dalam memperkuat infrastruktur pendukung ekosistem digital. Baik sarana maupun kesiapan lain yang akan digunakan untuk pengembangan industri tersebut.

Di panggung Asia ini, Li Claudia juga menegaskan potensi Batam sebagai destinasi investasi unggulan Indonesia.

“Pengembangan Batam hari ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan data centre, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang dapat mendukung industri tersebut dalam jangka panjang. Saat ini, komitmen kami adalah bagaimana proses investasi harus memberikan kepastian. Semua ini tentu harus disiapkan secara bertahap dan terintegrasi,” tegas Li Claudia.

Di samping itu, Li Claudia turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang ikut menampilkan beragam perkembangan teknologi dan pusat data tersebut.

Menurutnya, ajang ini menjadi bagian penting untuk BP Batam dalam mempelajari konsep Data Centre for AI serta kesiapan infrastruktur pendukung kebutuhan AI lainnya. Sehingga, pengelolaan dan layanan transformasi digital di Batam bisa lebih optimal dan mendatangkan multiplier effect terhadap ekonomi daerah.

“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa pelaksanaannya pun harus saling memberi manfaat terhadap ekonomi daerah,” tutupnya. (Isp) 


 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Seorang pedagang di Pasar Jodoh Tos 3000, Batam, menjadi korban pembacokan sesama pedagang pada Minggu (27/9/2026) sekira pukul 05.00 WIB.

Kapolsek Lubuk Baja, AKP Cindo Kottama, mengatakan kejadian bermula saat adik korban dan adik tersangka bersenggolan hingga terjadi cekcok mulut dan kesalahpahaman.

"Datanglah kakak korban mencoba melerai dan melarang adiknya bertengkar. Namun tersangka langsung datang membawa sebilah pisau yang biasa digunakan untuk memotong daging atau ikan dan langsung membacok kepala korban," ujar Cindo, Rabu (30/9/2026).

Ia menegaskan tidak ada dendam lama antara pelaku dan korban.

"Dendam lama tidak ada, namun saat senggolan terus terjadi cekcok mulut dan ada bahasa yang memancing tersangka," sambungnya.

Diketahui pelaku dan korban sama-sama pedagang di Pasar Jodoh Tos 3000. Saat ini pelaku berinisial DA (43) sudah diamankan di Mapolsek Lubuk Baja. Sementara korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit RSBK.

"Alhamdulillah korban sudah sadar dan sekarang proses masih berlanjut. Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Lubuk Baja," katanya.

Adapun barang bukti yang disita yakni pisau pemotong daging atau ikan dan baju korban.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 468 KUHP dan/atau Pasal 466 Ayat (2) dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.

Terbaru, UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Dalam daftar tersebut, Batam berada di peringkat keenam dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi.

UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama satu dekade, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 274 persen hingga 697 persen, di luar tiga pelabuhan teratas yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.

Malaga (Spanyol) mencatat pertumbuhan persentase tertinggi dalam Indeks Konektivitas Pelayaran Kapal Lini Pelabuhan selama periode tersebut; Posisi berikutnya ditempati oleh Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Nemrut) (Turki), Pulau Batam (Indonesia), Zhapu (Tiongkok), Chabahar (Iran (Republik Islam), Arkhangelsk (Federasi Rusia), Port Hueneme (Amerika Serikat), Haugesund (Norwegia), dan Derince (Turki). 

Catatan ini menjadi salah satu gambaran perkembangan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran global. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan dan layanan pelayaran langsung atau direct call.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari posisi geografis Batam yang terletak di jalur strategis perdagangan internasional.

Namun demikian, menurutnya, keunggulan geografis perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).

Pertumbuhan konektivitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 kunjungan.

Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, meningkat 125 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs. 

Menurut Amsakar, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.

Penguatan konektivitas Batam juga berlangsung di sektor digital melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.

Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Kehadirannya memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan interkoneksi data center. 

Dengan demikian, konektivitas Batam tidak hanya berkembang melalui jalur laut, tetapi juga melalui jaringan digital yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.

“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” tutup Amsakar. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.