Iskandar Sitorus (Foto: net). 


INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Nama Iskandar Sitorus kembali menjadi sorotan publik pada pertengahan 2026, bukan karena prestasi, melainkan karena pusaran skandal hukum yang membelitnya. Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) ini tengah diperiksa intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagi mereka yang menelusuri rekam jejaknya, preseden 'buruk' yang menimpa Iskandar saat ini seolah mengonfirmasi pola manuver kontroversial yang kerap ia mainkan selama lebih dari dua dekade terakhir. Dari isu integritas di masa lalu hingga ambisi politik yang sarat manuver, sosok Iskandar kerap berada di area abu-abu.

2026: Dalih Kooperatif di Tengah Tudingan "Obstruction of Justice"

Pada 12 Juni 2026, Iskandar Sitorus harus berhadapan dengan penyidik lembaga antirasuah. Ia terseret dalam pusaran megaskandal kasus Bea Cukai dengan status sebagai kuasa non-litigasi dari John Field.

KPK mengendus adanya gelagat tak beres dan menduga kuat Iskandar berupaya menghambat proses penyidikan (obstruction of justice). Meski di hadapan media Iskandar berdalih bahwa kehadirannya adalah untuk "menyampaikan informasi", klaim ini dinilai banyak pihak sebagai manuver defensif. Fakta bahwa KPK sampai harus melakukan pemeriksaan khusus terkait dugaan perintangan penyidikan mengindikasikan bahwa intervensi yang dilakukan Iskandar berpotensi merusak konstruksi hukum kasus Bea Cukai yang tengah dibangun penyidik.

Iskandar diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK. Dia mengaku menerima kuasa nonlitigasi dari Pimpinan Blueray Cargo (Grup), John Field--salah satu orang yang diproses hukum KPK saat itu.

Kuasa nonlitigasi adalah wewenang hukum yang diberikan kepada seseorang untuk mewakili dan bertindak atas nama klien dalam menyelesaikan masalah atau sengketa di luar pengadilan.

"Saya dipanggil sebagai saksi karena saya terima kuasa nonlitigasi dari John Field ya terkait tindak pidana korupsi penyuapan yang dilakukan oleh tiga tersangka itu," ujar Iskandar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kala itu.

2004: Bayang-bayang Hitam "Fee Perdamaian" Newmont

Tersandung isu integritas dan konflik kepentingan bukanlah hal baru bagi Iskandar. Jauh ke belakang pada tahun 2004, saat ia mengklaim diri sebagai pendamping isu lingkungan yang berhadapan dengan PT Newmont Minahasa Raya, namanya tercoreng oleh isu miring penerimaan "uang damai".

Saat itu, Iskandar santer disorot publik karena diduga menerima fee perdamaian dari raksasa tambang tersebut. Kendati ia melemparkan bantahan keras terhadap tuduhan itu, narasi tersebut telah meninggalkan noda pada kredibilitasnya. Kasus ini menjadi preseden awal yang memunculkan keraguan publik: apakah pergerakannya murni untuk advokasi, atau ada negosiasi terselubung di balik meja. 

Namun, Iskandar membantah dengan tegas jika dirinya disebut mendapatkan sesuatu yang menguntungkan pribadinya terkait perdamaian dalam kasus gugatan warga Buyat kepada PT Newmont Minahasa Raya (NMR). Ia menegaskan, perdamaian itu juga sah secara hukum.

"Damai, bukan karena kita mendapatkan sesuatu, tapi karena pekerjaan ini sudah selesai. Ngapain lagi kita nunggu-nunggu lama, sementara PT Newmont sudah bersedia mengcover kesehatan warga Buyat," ujarnya, dalam jumpa pers di kantor LBHK, Jl. Manggarai Utara IV nomor D8, Jakarta Selatan.

2019: Manuver Sang "Kancil" yang Gagal di Panggung Politik

Sisi pragmatis seorang Iskandar Sitorus semakin terlihat ketika ia mencoba peruntungan di panggung politik praktis pada Pemilu 2019. Mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara 1, ia melabeli dirinya dengan julukan "Si Kancil dari Medan".

Alih-alih merepresentasikan kecerdasan, julukan "Kancil" di mata sebagian publik politik justru kerap diidentikkan dengan kelicikan. Demi memuluskan ambisinya menuju Senayan, Iskandar melakukan manuver agresif dengan mempolitisasi ikatan primordial empat marga Batak di Tebing Tinggi, hingga mencari tameng dukungan dari kalangan purnawirawan TNI.

Ia juga menggunakan retorika populis, seperti mengkritik hilangnya 250 ribu hektar aset negara di Sumatera Utara. Iskandar menyebut, Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) di Sumatera Utara diduga kehilangan aset negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Dari total 250 ribu hektare tanah yang diwariskan dari masa kolonial Belanda, kini hanya tersisa sekitar 5.873 hektare yang tercatat resmi. Angka ini berarti 97,6 persen tanah negara di kawasan tersebut hilang atau tidak tercatat secara sah.

Iskandar, Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), menegaskan bahwa kasus ini merupakan tragedi agraria yang harus menjadi perhatian nasional.

"Tanah bukan sekadar angka di atas kertas, tapi nyawa dan harga diri rakyat. Hilangnya lahan negara ini menunjukkan kegagalan tata kelola yang sangat serius dan perlu diusut tuntas," ujarnya.

Kritik terhadap hilangnya ratusan ribu hektare tanah yang merupakan aset negara tersebut, di antaranya digunakan untuk menarik simpati generasi milenial. Namun, kampanye dan manuver politik "Si Kancil" saat itu tak mampu meyakinkan mayoritas pemilih.

Pencalonannya banyak mendapat banyak dukungan. Selain milenial, juga dari kelompok masyarakat adat. Dukungan itu terus bergulir secara masif.

Setelah dukungan datang dari perkumpulan marga Manurung, giliran kelompok marga Sitorus di Kabupaten Deliserdang yang turut memberikan dukungan terhadap caleg berjuluk 'Si Kancil dari Medan'.

Konklusi: Manuver yang Berujung Bumerang

Membaca rekam jejak Iskandar Sitorus adalah membaca rentetan kontroversi. Klaimnya sebagai tokoh pengawas dan antikorupsi kini diuji oleh realitas yang ironis: ia justru diperiksa KPK karena diduga melindungi pihak yang bermasalah.

Narasi heroik masa lalunya perlahan luntur seiring dengan pola manuver abu-abu yang terus berulang dari isu "uang damai" di 2004, kampanye ambisius berbalut retorika populis di 2019, hingga puncaknya kini terancam jerat hukum perintangan penyidikan KPK di 2026. Publik kini menunggu, apakah kelincahan sang "Kancil" kali ini akan membawanya lolos, atau justru terperangkap dalam jebakannya sendiri. (***)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang strategis memperkuat sinergi dalam mendorong penguatan ekonomi, investasi dan pengembangan kawasan.

Turut hadir para Deputi BP Batam dan Kementerian Keuangan yaitu Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama beserta jajaran Ditjen Bea Cukai Kepri dan Ditjen Pajak Kepri. 

Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, mengatakan Batam memiliki keunggulan strategis yaitu berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan status kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

"Batam memiliki kombinasi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia, mulai dari letak geografis, basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang baik hingga akses langsung ke pasar global," katanya.

Wakil Ketua Banggar DPR RI juga mengapresiasi capaian BP Batam. Menurutnya, di tengah geopolitik global, Batam tetap menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen dan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun melebihi target.

Meski demikian, Syarief mengingatkan agar Batam terus meningkatkan daya saing melalui penguatan kapasitas pelabuhan, modernisasi sistem logistik, inovasi bisnis serta integrasi kawasan industri dan pelabuhan di tengah persaingan dengan kawasan ekonomi khusus di Asia Tenggara.

"Kami meyakini Batam tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional namun mampu tumbuh menjadi pusat investasi global dan industri berkelas dunia," ujarnya.

Sementara, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyambut baik apresiasi dan dukungan Banggar DPR RI. Dalam kesempatan pertama, ia katakan, lembaganya tengah mengoptimalkan tata kelola PNBP sebesar Rp 2,4 triliun untuk pembangunan kawasan. Angka itu seluruhnya berasal dari skema pembiayaan PNBP dan tanpa meminta tambahan APBN. 

"Kami memahami persoalan dan kebijakan nasional hari ini. Oleh sebab itu, tahun ini kita bergerak di angka 2,4 triliun. Sekitar 65 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik dan 35 persen untuk dukungan strategis," katanya.  

Ia menilai, di balik lonjakan investasi Batam, terdapat serangkaian pembenahan yang dilakukan pihaknya, mulai dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan investasi hingga percepatan pembangunan infrastruktur.

"Capaian ini bukan hanya angka. Ini cerminan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam," jelasnya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan, pihaknya berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kawasan industri yang kompetitif dan berkelanjutan. 

"Kami tengah menyiapkan langkah penguatan infrastruktur untuk memastikan keandalan pasokan air dan listrik sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan industri," seru Li Claudia. 

BP Batam berharap kunjungan kerja Banggar DPR RI dapat memperkuat dukungan kebijakan bagi pengembangan Batam sebagai kawasan tujuan investasi yang inklusif. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kinerja investasi Kota Batam kembali menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. 

Pada Triwulan I Tahun 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp17,48 triliun, meningkat 102,85 persen (year-on-year). Angka tersebut menjadikan Batam sebagai salah satu motor utama pertumbuhan investasi nasional.

Secara nasional, realisasi investasi pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun, atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Dari tambahan investasi nasional sekitar Rp33,5 triliun, Batam berkontribusi sekitar Rp8,86 triliun, atau 26,5 persen dari total tambahan investasi nasional.

Selain itu, laju pertumbuhan investasi Batam tercatat hampir 14 kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan investasi nasional.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi strategis Indonesia.

"BP Batam akan terus memperkuat kemudahan berusaha, kepastian regulasi, percepatan perizinan, serta pembangunan infrastruktur agar iklim investasi semakin kompetitif," ujar Amsakar, Sabtu (4/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga melalui peningkatan kualitas pelayanan kepada investor.

"Pelayanan publik yang semakin cepat, kolaborasi lintas instansi yang semakin kuat, serta penyelesaian berbagai hambatan investasi secara cepat dan terukur menjadi faktor penentu untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor," ujarnya.

Investasi yang masuk juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata berupa penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri, dan pertumbuhan ekonomi Batam yang inklusif.

Secara makro, kontribusi besar Batam terhadap pertumbuhan investasi nasional menempatkan kawasan ini pada posisi strategis dalam peta ekonomi regional. 

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menjelaskan bahwa kontribusi sebesar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional membuktikan efektivitas kebijakan pelonggaran dan stimulus yang diterapkan di Batam.

"Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia," jelas Fary.

Menurutnya, BP Batam akan terus mempercepat implementasi berbagai proyek strategis, termasuk investasi di sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (AI), energi, logistik, dan industri hilir yang memiliki nilai tambah tinggi.

"Kami optimistis Batam akan terus menjadi destinasi investasi paling kompetitif di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi Asia Tenggara," pungkasnya. (Isp) 

Wujud Kepedulian TNI Bagi Masyarakat Kalome, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah penugasan, Pos Kalome Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan pengobatan keliling bagi masyarakat Kampung Kalome, Distrik Kalome, Jum'at (3/7/2026).

Kegiatan dipimpin Bintara Kesehatan Pos Kalome Sertu Riki Wijaya didampingi Praka Sodikin bersama personel Pos Kalome. Dengan membawa perlengkapan medis, obat-obatan, dan vitamin, personel memberikan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Sertu Riki Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Satgas dalam membantu masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

"Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Danpos Kalome Lettu Inf Jeril Wiputra Marsi menegaskan bahwa selain menjaga keamanan, Satgas juga berkomitmen membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.

"Melalui pelayanan kesehatan ini, kami ingin memastikan kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," katanya.

Salah seorang warga, Ibu Lince Kagoya mengaku bersyukur atas pelayanan yang diberikan.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini. Terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang selalu peduli kepada masyarakat Kalome," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti terus memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengabdian terbaik selama bertugas di wilayah perbatasan. (ISP)

Bangkitkan Semangat Belajar, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Jadi Tenaga Pendidik di Tinggi Nambut
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Dibalik pegunungan Papua, di Kampung Tinggi Nambut, setiap senyum dan semangat belajar anak-anak menjadi harapan bagi masa depan bangsa.  

Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti Pos Tinggi Nambut yang dipimpin DPP Sertu Aldirazak selaku Dantim 2 kembali menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan Gadik (Tenaga Pendidik) di Rumah Pintar Tinggi Nambut, Kamis (2/7/2026). 

Dengan penuh kesabaran dan kehangatan, personel Satgas mengajarkan membaca, menulis, berhitung, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, cinta tanah air, dan karakter yang baik. Gelak tawa dan antusiasme anak-anak mewarnai setiap proses belajar, menciptakan suasana yang penuh harapan.

Danpos Tinggi Nambut, Kapten Inf Firsan Hadly, menegaskan bahwa tugas prajurit tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga ikut membangun masa depan generasi penerus. 

"Anak-anak adalah harapan bangsa. Melalui pendidikan, kami ingin menanamkan keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Selama penugasan ini, kami akan terus hadir, mendampingi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Bagi Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, setiap pelajaran yang diberikan bukan sekadar menambah ilmu, tetapi juga menyalakan harapan. Karena menjaga perbatasan bukan hanya tentang mempertahankan wilayah, melainkan juga membangun manusia, menguatkan persaudaraan, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Papua.

Sapa Warga di Kampung Nume, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Hadir Bagikan Berbagai Macam Bansos


INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Di tengah sejuknya pagi di Distrik Nume, Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti Pos Nume yang dipimpin Danpos Kapten Inf Ahmad Sultoni Yahya melaksanakan anjangsana dan silaturahmi dengan menyambangi rumah-rumah warga Kampung Nume, Rabu (1/7/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas berdialog dengan masyarakat, menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan, dan vitamin, serta memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan, keamanan, dan persatuan.

Danpos Nume Kapten Inf Ahmad Sultoni Yahya mengatakan, bahwa Satgas Yonif 136/Tuah Sakti datang sejak pagi agar dapat bertemu warga sebelum mereka ke kebun. 

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai prajurit, tetapi juga sebagai saudara yang bersama-sama menjaga kedamaian dan kedaulatan NKRI," ujar Kapten Inf Ahmad Sultoni Yahya.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa setiap kegiatan teritorial merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.

"Kehadiran prajurit harus mampu memberikan rasa aman, manfaat, dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi Papua yang damai dan sejahtera," tegasnya.

Salah seorang tokoh masyarakat, Bapak Yame, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satgas Yonif 136/Tuah Sakti. 
"Kami senang karena bapak-bapak TNI selalu datang menyapa dan membantu kami. Kehadiran mereka membuat kami merasa aman, diperhatikan, dan seperti keluarga sendiri," ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari keluarga masyarakat, mempererat kebersamaan dan menghadirkan kepedulian hingga ke pelosok Papua. (ISP)

Kunker ke Kepri, Menko Polkam : Kita Tidak Bisa Menitipkan Bangsa Ini Kepada Generasi Muda Yang Mudah Terhasut 

INSPIRASIKEPRI.COM |BATAM – Penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital menjadi tantangan serius yang perlu diwaspadai seluruh elemen bangsa. Arus informasi yang semakin masif tidak hanya berpotensi mengganggu persatuan nasional, tetapi juga memengaruhi cara berpikir generasi muda sehingga diperlukan peran aktif semua pihak untuk menghadirkan informasi yang benar dan membangun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dalam kegiatan “Silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Riau” yang diselenggarakan di Mapolda Kepulauan Riau, Kota Batam, Jum'at (3/7/2026).

"Kalau boleh saya katakan, perang kita sekarang sudah bukan perang di medan biasa lagi, tetapi perang di medan digital. Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat kita, jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah, dan kebencian," Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.

Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak benar menjadi ancaman serius apabila terus dikonsumsi oleh generasi muda tanpa kemampuan menyaring informasi secara kritis.

"Yang saya khawatirkan adalah kalimat-kalimat yang ada di situ diserap oleh anak-anak kita sebagai penerus bangsa, tentunya ini yang bisa merusak. Kita tidak bisa menitipkan bangsa ini kepada generasi muda yang mudah terhasut konten disinformasi, fitnah, dan kebencian," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago juga mengajak seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, dan tokoh masyarakat untuk aktif memenuhi ruang digital dengan informasi yang benar, akurat, dan membangun. 

"Kita harus banyak dan rajin memberikan informasi kepada rakyat kita," ujar Menko Polkam.

Tak hanya itu, Menko Djamari juga menyampaikan apresiasi atas capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari tujuh persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. 

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan para pimpinan daerah dan rakyatnya dalam menciptakan stabilitas keamanan dan kepastian yang mampu meningkatkan kepercayaan investor.

"Ini adalah suatu penciptaan kondisi yang memungkinkan dan memberikan kenyamanan sehingga para investor mau datang. Saya memuji dan menghargai itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa kondisi yang sangat kondusif bagi investor bukan pekerjaan satu kelompok atau satu pemerintahan, tetapi merupakan akumulasi kerja sama seluruh pihak.

Kendati demikian, Menko Polkam mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat termasuk diantaranya mengurangi tingkat kemiskinan.

"Pertumbuhan ekonomi tersebut harus juga dirasakan oleh rakyat kita, karena (pertumbuhan ekonomi) setinggi apa pun tetap tujuannya adalah untuk menyejahterakan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam menekankan kepada forum untuk terus menjaga kekompakan agar iklim investasi yang telah terbangun dengan baik di Kepulauan Riau.

"Tidak ada persoalan yang sulit apabila pekerjaan kita lakukan bersama-sama. Di sinilah peran Forkopimda, kepala daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Jaga betul kekompakan di antara kita agar kondisi yang baik ini tetap terpelihara," pungkasnya. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.