Pematangan Lahan di Kampung Tua Bagan Ternyata Proyek Cetak KSB, Ratusan Unit Kavling Siap Jual Mulai Harga Rp 30 Juta
![]() |
| Waduh, Pematangan Lahan di Kampung Tua Bagan Ternyata Proyek Cetak KSB, Ratusan Unit Kavling Siap Jual Mulai Harga Rp 30 Juta |
![]() |
| Waduh, Pematangan Lahan di Kampung Tua Bagan Ternyata Proyek Cetak KSB, Ratusan Unit Kavling Siap Jual Mulai Harga Rp 30 Juta |
INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution terus memperkuat perannya dalam mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Nasional melalui partisipasi pada rangkaian acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, memberikan paparan terkait perkembangan dan peluang pemanfaatan AI bagi berbagai sektor, serta pentingnya membangun kolaborasi untuk menciptakan ekosistem AI yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi Indonesia.
“Perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara global telah memasuki fase implementasi nyata, bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Berbagai perusahaan teknologi dan startup global bahkan telah menjalankan pemanfaatan agentic AI untuk mentransformasi bisnis, menciptakan nilai baru, serta melakukan redefinisi terhadap alur kerja dan proses bisnis,” ujar Veranita pada sesi panel bertajuk “The Future of AI in Indonesia”.
Dikatakan Veranita, perkembangan AI membuka ruang yang semakin luas bagi pelaku industri untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan proses bisnis, menghasilkan keputusan yang semakin akurat berbasis data, hingga menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Namun demikian, pemanfaatan teknologi tersebut membutuhkan fondasi yang memadai, tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital, data, talenta, serta sinergi antarpemangku kepentingan.
Dalam pengembangan ekosistem AI, Telkom melihat teknologi sebagai sebuah AI stack yang saling terintegrasi. Fondasinya dimulai dari konektivitas dan infrastruktur digital, kemudian cloud dan compute power, AI model dan agent lab, hingga aplikasi yang dapat digunakan pada berbagai sektor dan fungsi bisnis. Pendekatan ini memungkinkan berbagai komponen teknologi saling terhubung untuk mendukung kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir.
Lebih lanjut Veranita menambahkan, karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kemampuan teknologinya, tetapi juga ekosistem yang mendukung. Mulai dari infrastruktur digital, data, talenta, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan fondasi tersebut, AI dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menciptakan value creation bagi Indonesia.
Telkom Solution menghadirkan kapabilitas yang mencakup Artificial Intelligence, data, cloud, dan digital infrastructure untuk mendukung kebutuhan tersebut. Integrasi berbagai kapabilitas ini memungkinkan Telkom Solution menghadirkan solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pelanggan sekaligus membantu pelaku industri merespons perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
Sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan cakupan infrastruktur yang ekstensif, mulai dari fiber optic, satelit, data center, hingga berbagai infrastruktur pendukung lainnya, TelkomGroup memiliki ekosistem yang mumpuni untuk mengembangkan pemanfaatan AI secara lebih luas. Kekuatan tersebut menjadi basis bagi Telkom Solution dalam mengintegrasikan berbagai kapabilitas digital untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin beragam.
Selain Telkom Solution, TelkomGroup turut menghadirkan beragam kapabilitas dan inovasi digital dalam rangkaian Road to DTIIF 2026, mulai dari konektivitas, infrastruktur, data center, cloud, dan AI hingga solusi yang mendukung kebutuhan bisnis dan industri. Sejumlah layanan digital turut dihadirkan, termasuk PaDi UMKM yang merupakan ekosistem marketplace bagi BUMN dan pelaku UMKM, serta solusi pembayaran digital LinkAja.
Kehadiran ini memperlihatkan spektrum kapabilitas TelkomGroup yang saling melengkapi dalam menjawab kebutuhan digital dari berbagai sisi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri di berbagai segmen dan mitra strategis.
“Kami melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga turut membangun dan mengembangkan ekosistem AI yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Kolaborasi menjadi fondasi penting agar inovasi yang lahir dapat berkembang secara inklusif dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” jelas Veranita.
DTIIF juga menjadi ruang untuk memperluas pertukaran gagasan bersama berbagai pemangku kepentingan mengenai perkembangan teknologi dan peluang investasi di sektor digital. Forum ini mempertemukan perspektif teknologi, kebutuhan industri, dan potensi investasi untuk mendorong lahirnya solusi yang relevan dengan tantangan dan peluang digital di Indonesia.
Ke depan, Telkom melalui Telkom Solution akan terus mengembangkan kapabilitas digital dan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung akselerasi ekosistem AI di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari langkah Telkom dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya mendorong transformasi digital, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.
“Pengembangan AI juga perlu diiringi kesiapan seluruh elemen pendukung agar teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Infrastruktur, data, talenta, serta kapabilitas digital yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan untuk memastikan AI dapat memberikan nilai nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutup Veranita. (Isp)
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ada pemandangan yang janggal di ujung Kampung Tua Bagan, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Di kawasan yang seharusnya hijau oleh rimbunnya hutan mangrove, kini justru bising oleh deru alat berat.
Satu unit buldoser kuning terlihat sibuk meratakan tanah, menguruk lahan, dan membuka jalan. Di balik debu yang beterbangan, ada pemandangan yang membuat miris akar dan batang pohon mangrove tertimbun tanah merah.
Padahal, mangrove di kawasan ini bukan sekadar pohon. Bagi warga Kampung Tua Bagan, mangrove adalah benteng. Benteng dari abrasi, tempat ikan bertelur, dan penjaga kampung mereka dari ganasnya air pasang.
Kini, benteng itu satu per satu mulai ditimbun.
BARU 3 MINGGU, TAPI SUDAH LUAS
Aktivitas ini ternyata belum lama. Warga menyebut baru sekitar tiga minggu terakhir alat berat itu masuk.
"Informasinya mau buat kavling-kavling, Pak. Baru tiga minggu mulai ada pekerjaan di sana," ujar seorang warga kepada Jum'at (8/10/2026).
Informasi yang dihimpun, lahan yang sedang dimatangkan itu diduga akan dijadikan Kavling Siap Bangun (KSB) untuk dijual. Polanya klasik, lahan dibuka dulu, diratakan dulu, baru nanti dijual per petak.
Yang menjadi pertanyaan besar warga adalah apakah sudah ada izinnya belum?
Pasalny, pantau wartawan di lokasi, tidak ada satu pun papan informasi proyek, tidak ada plang izin pematangan lahan dari BP Batam, dan tidak ada papan UKL-UPL dari Dinas Lingkungan Hidup. Aktivitas terkesan diam-diam, tapi dampaknya terang-terangan merusak mangrove.
BP BATAM JANJI CEK LOKASI
Ketika dikonfirmasi, Direktur Pengendalian Kawasan BP Batam, Harry Utomo, merespon cepat dan berjanji akan menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.
“Terima kasih informasi ini, biar dicek ke lokasi dulu ya,” kata Harry, Kamis (8/10/2026).
RISIKO HUKUMNYA?
Jika terbukti melakukan penimbunan mangrove tanpa izin, aktivitas ini tidak bisa dianggap sepele. Ada dua aturan yang mengancam:
1. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 98: Setiap orang yang sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.
2. Perpres No. 73 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove, yang melarang setiap aktivitas yang merusak ekosistem mangrove.
Artinya, jika terbukti, bukan hanya pengelola lahan yang bisa terjerat, tapi juga pihak yang menyuruh dan yang memberi izin.
Redaksi Inspirasikepri.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang terkait. (ISP)
![]() |
| Pererat Silaturahmi, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Anjangsana ke Masyarakat Kampung Ukuneri |
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan warga terkait gangguan suplai air di kawasan tersebut, Senin (5/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.
Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.
Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.
“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar di lokasi.
Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap.
“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” tambahnya.
Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.
Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.
“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” tambah Amsakar.
Amsakar menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA.
Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar. (Isp)
![]() |
| Cegah Peredaran Senjata dan Barang Terlarang, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Sweeping Serentak di Sejumlah Titik Wilayah Penugasan Papua |
![]() |
| Hangatkan Kebersamaan, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Makan Bersama Masyarakat Distrik Kalome |
Kegiatan yang berlangsung di depan Pos Kalome tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Kalome, Lettu Inf Jeril Wiputra, bersama seluruh personel Pos Kalome. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan, ketika prajurit TNI dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Makan bersama ini merupakan salah satu program unggulan Pos Kalome sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di wilayah penugasan. Lebih dari sekadar berbagi hidangan, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjalin komunikasi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan tanpa sekat antara prajurit dan masyarakat.
Danpos Kalome, Lettu Inf Jeril Wiputra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus tanggung jawab moral TNI terhadap masyarakat.
“Kegiatan makan bersama ini kami laksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat positif serta membuat masyarakat merasa bahwa TNI selalu hadir sebagai bagian dari keluarga mereka,” ungkapnya.
Masyarakat Distrik Kalome pun menyambut baik kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kedekatan dan keharmonisan antara personel Satgas dengan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti ingin menunjukkan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan ketulusan dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti akan terus berkomitmen menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat selama masa penugasan, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.