Pererat Silaturahmi, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Ilu Gelar Anjangsana di Kampung Alukme
INSPIRASIKEPRI.COM | Puncak Jaya – Sebagai wujud kepedulian dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Ilu melaksanakan kegiatan anjangsana ke rumah-rumah warga di Kampung Alukme, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (06/08/2026).

Dipimpin Dantim 2 Pos Ilu, Sertu Hendra, personel Satgas menyambangi kediaman warga untuk bersilaturahmi, berdialog, serta mendengarkan secara langsung aspirasi, harapan, dan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat. Salah satu warga yang dikunjungi adalah Bapak Mosak Wonda, seorang petani di Kampung Alukme.

Sertu Hendra mengatakan bahwa anjangsana merupakan bentuk nyata kepedulian TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dan rasa kekeluargaan dengan warga.

"Melalui interaksi langsung seperti ini, kami dapat mengetahui kondisi masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat," ujar Sertu Hendra.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Bapak Mosak Wonda beserta keluarga. Ia mengaku senang dan mengapresiasi perhatian serta kepedulian personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti yang terus hadir dan menjalin kebersamaan dengan masyarakat di Kampung Alukme. (ISP),


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan memperkuat sinergi kelembagaan melalui pertemuan strategis bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, Rabu (5/8/2026).

Selain mempererat kolaborasi, pertemuan ini sekaligus bertujuan untuk memastikan pelayanan kefarmasian yang aman serta bermutu dalam mendukung pengawasan distribusi obat.

“Sinergi dengan BPOM Batam merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di RSBP Batam. Bagi kami, ketersediaan obat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan pasien. Karena itu, penguatan koordinasi ini diharapkan dapat memberikan masyarakat pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terjamin mutu dan keamanannya,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Ariastuty menegaskan bahwa keselamatan pasien selalu menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di RSBP Batam. Oleh sebab itu, penguatan kerja sama dengan BPOM Batam menjadi bagian penting agar kualitas tata kelola dan distribusi obat tetap terjaga.

Ia menilai, baik RSBP Batam maupun BPOM Batam, berupaya untuk membangun sistem pengawasan obat yang lebih terintegrasi. Sehingga, tiap tahapan, mulai dari proses distribusi, penyimpanan, sampai penggunaan obat oleh pasien dapat berjalan sesuai standar keamanan mutu.

“Kami juga membahas mekanisme koordinasi yang efektif dalam menghadapi kebutuhan layanan medis yang bersifat mendesak. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan obat tanpa mengurangi aspek teknis yang telah diatur,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, RSBP Batam dan BPOM Batam juga sepakat untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional dan aman.

Melalui komitmen bersama ini, RSBP Batam optimistis dapat menghadirkan pelayanan kefarmasian yang baik untuk masyarakat. Dengan tujuan utama agar masyarakat tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan obat yang berkualitas. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menggelar Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Jumat (7/8/2026).

Turnamen sepak bola usia dini tersebut diikuti oleh tim yang bertanding pada kelompok usia U-8 sebanyak 10 tim, dan masing-masing U-10 serta U-12 sebanyak 19 tim.

Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan turnamen ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026.

Fary menjelaskan, Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 dirancang dalam tiga tahapan.

Tahap pertama diawali dengan kompetisi tingkat regional di Batam. Selanjutnya, para peserta akan berkompetisi pada level internasional bersama tim dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Adapun tahap puncak akan menghadirkan seri internasional kategori senior yang mempertemukan para juara liga.

“Turnamen tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah penjaringan talenta muda dengan menggandeng PSSI Kota Batam sebagai mitra,” ujarnya.

Fary melanjutkan, pemain-pemain potensial yang terpilih nantinya akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan melalui akademi sepak bola yang didukung BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026.

Menurutnya, turnamen tersebut menjadi wadah penting untuk memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkompetisi secara sehat.

Ia juga berharap turnamen ini dapat digelar secara berkelanjutan sehingga menarik perhatian para pencari bakat dan membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet muda Batam untuk berkembang hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

“Mari, kita dukung talenta anak-anak kita agar kelak menjadi atlet yang membanggakan Kota Batam dan Indonesia!” tutup Amsakar.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan, Syarlin Joyo, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait beserta jajaran serta Forkopimda Kota Batam. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Penyidikan laporan dugaan pengawasan anak tanpa izin yang dilaporkan Putri Iryani resmi dihentikan. Polsek Lubuk Baja memastikan keputusan itu diambil setelah melalui gelar perkara dan sesuai prosedur hukum.

Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langie menegaskan, penghentian bukan bentuk pengabaian, melainkan hasil kajian hukum yang objektif.

"Penyidik bekerja berdasarkan fakta. Setelah dikaji ahli pidana dan alat bukti yang ada, perkara ini tidak memenuhi unsur pidana. Ini ranah sengketa hak asuh anak, masuk keperdataan," ujar Deni, Kamis (6/8/2026).

Dijelaskan Deni, kasus ini bermula saat laporan polisi diterima pada 6 Mei 2026. Ps Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja langsung menerjunkan tim Subnit III Unit Reskrim untuk melakukan pendalaman.

"Sejumlah saksi kunci diperiksa marathon demi membuat terang perkara ini, diantaranya Pelapor (Putri Iryani) dan terlapor (Ebby Pratama Hermawan), Saksi lingkungan (tetangga pelapor dan terlapor), Bidan yang menolong proses kelahiran, Istri sah terlapor serta pegawai Disdukcapil, Ahli Pidana," jelas Deni. 

Sebagai bentuk transparansi, lanjut Deni, penyidik bahkan melayangkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sebanyak lima kali kepada pihak pelapor. Tak hanya itu, mengindahkan pengaduan masyarakat (Dumas) melalui Ombudsman RI Perwakilan Kepri, anak yang menjadi objek perkara juga telah dikembalikan kepada pelapor pada 13 Mei 2026 lalu setelah melalui pemeriksaan kesehatan di RS Santa Elisabeth.

Puncak dari proses panjang ini terjadi saat gelar perkara digelar di Satreskrim Polresta Barelang pada 24 Juni 2026. Dipimpin oleh jajaran fungsi reserse, mulai dari Wakasat Reskrim hingga para Kanit peserta gelar perkara sepakat menghentikan penyelidikan.

"Dari hasil kajian ahli pidana dan pengumpulan alat bukti, perkara ini tidak memenuhi unsur pidana dan alat bukti belum cukup. Ini merupakan sengketa keperdataan terkait hak asuh anak," tegas Deni.

"Atas dasar itu, penyidik resmi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP2Lid). Penghentian ini bukan berarti polisi mengabaikan laporan warga, melainkan bukti tegaknya profesionalisme kepolisian yang berpijak pada fakta hukum semata," pungkasnya. (Isp) 








Foto: Ilustrasi


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Tiga anggota Bintara Polres Kepulauan Anambas terjaring mengonsumsi narkotika jenis sabu. Mereka kini dipatsus dan terancam di Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka mengatakan, ketiga anggota tersebut berinisial Bripka RS, Briptu RF, dan Brigadir RO. Mereka terjaring saat razia tes urine mendadak di Polres Kepulauan Anambas pada Selasa (4/8/2026).

"Mereka terjaring razia saat tes urine dadakan dua hari lalu," ujar I Gusti, Kamis (6/8/2026).

Dikatakan I Gusti, ketiga Bintara itu diduga mengonsumsi sabu di rumah dinas Brigadir RO. Saat ini ketiganya telah menjalani penempatan khusus (patsus) dan dalam pengawasan Provost Polres Kepulauan Anambas.

"Mereka konsumsi di rumah dinas RO. Tapi kami masih dalami," tegas I Gusti.

Bripka RS merupakan KBO Satbimas Polres Kepulauan Anambas, Bpirtu RF bertugas di Polsek Jemaja, dan Brigadir RO di Bintara SPKT Polres Kepulauan Anambas.

I Gusti menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi anggotanya yang terlibat narkoba. Proses hukum disiplin dan kode etik sedang berjalan, serta diusulkan sanksi PTDH.

Hingga saat ini, Polres Kepulauan Anambas masih melakukan pengembangan terkait asal usul sabu. Polisi juga menelusuri siapa pemasok narkoba kepada para Bintara tersebut. (Isp) 


Wujud Nyata Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling di Kampung Kalome
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan serta mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan, Pos Kalome jajaran Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan pelayanan pengobatan keliling di Kampung Kalome, Rabu (05/08/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bintara Kesehatan Sertu Riki Wijaya bersama Tenaga Kesehatan (Takes) Pratu Ismail dan personel Pos Kalome. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Satgas dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di daerah penugasan, khususnya di bidang kesehatan.

Dengan membawa perlengkapan medis sederhana, obat-obatan, serta vitamin, personel menyambangi rumah-rumah warga dan melayani masyarakat yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi umum, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat dan vitamin sesuai dengan keluhan yang dialami warga. Edukasi mengenai pola hidup sehat dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan juga turut disampaikan sebagai langkah preventif guna mencegah timbulnya penyakit.

Di sela-sela kegiatan pelayanan kesehatan, personel Satgas juga duduk bersama warga, berbincang hangat, serta mendengarkan berbagai cerita, harapan, dan kesulitan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Momen penuh keakraban tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara TNI dan masyarakat, sehingga kehadiran Satgas benar-benar dirasakan sebagai sahabat yang selalu hadir untuk membantu.

Sertu Riki Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI terhadap masyarakat di wilayah penugasan.

"Kegiatan pengobatan keliling ini kami laksanakan sebagai upaya membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Di setiap kunjungan kami juga ingin mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat. Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.

Masyarakat Distrik Kalome menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran personel Satgas yang secara aktif turun langsung ke lapangan serta menunjukkan kepedulian melalui pelayanan kesehatan dan komunikasi yang hangat.

Melalui kegiatan pengobatan keliling ini, Satgas tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat jalinan silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat selama masa penugasan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara. (ISP)



INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja keuangan semester pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator utama. 

Mengawal Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan InfraNexia sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai dan dampak ekonomi secara berkelanjutan. i enam bulan pertama tahun 2026, InfraNexia membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun. Komposisi pendapatan InfraNexia masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup, sejalan dengan perannya dalam mendukung kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh. 

Di saat yang sama, pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup pada portofolio bisnis yang kini dikelola InfraNexia tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp939 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri, termasuk operator telekomunikasi, ISP, penyedia layanan digital, dan pelanggan perusahaan terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia. Hal ini memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang terbuka untuk mendukung kebutuhan konektivitas industri secara lebih luas.

Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Transformasi yang dijalankan InfraNexia sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai dan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang efektif pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi dan kapabilitas infrastruktur yang semakin besar. Transformasi ini menjadi langkah strategis sebagai mesin pertumbuhan baru dalam mendorong pengelolaan aset jaringan yang lebih fokus dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi dan kolaborasi yang lebih luas di pasar eksternal.

Dari sisi portofolio, segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7% secara tahunan setelah pengelolaan dialihkan ke InfraNexia. 

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh permintaan yang konsisten terhadap layanan core network serta kebutuhan kapasitas yang terus berkembang di tengah meningkatnya aktivitas digital. Segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat portofolio bisnis InfraNexia, khususnya dalam mendukung kebutuhan konektivitas dan optimalisasi pemanfaatan infrastructure sharing. 

Melalui portofolio ini, InfraNexia mendorong terbentuknya model penyediaan infrastruktur yang lebih efisien sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas bagi seluruh pelaku industri.

Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5% pada semester I 2026. Pencapaian tersebut didukung oleh penerapan disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia. Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, Rabu (5/8/2026). 

Sejalan dengan perluasan skala bisnis, InfraNexia turut memperkuat kapasitas organisasinya. Jumlah karyawan perusahaan meningkat dari 1.128 menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026. Penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan eksekusi agenda transformasi perusahaan.

Melanjutkan momentum positif tersebut, Lukman mengatakan semester pertama tahun 2026 menjadi periode penting bagi InfraNexia dalam membangun fondasi sebagai perusahaan infrastruktur digital yang semakin kuat dan kompetitif. Capaian ini membuktikan transformasi yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan dan efisiensi. 

Ia juga menegaskan InfraNexia akan terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi dan inisiasi modernisasi network, serta memperluas kolaborasi dengan seluruh pelaku industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengoptimalkan aset infrastruktur dan menghadirkan nilai yang lebih besar bagi pelanggan, pemegang saham, industri, dan negara.

“Melalui sinergi bersama Danantara Indonesia, InfraNexia sebagai bagian dari TelkomGroup optimistis dapat terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan disiplin operasional dan eksekusi transformasi yang konsisten, kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur digital yang andal, efisien, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Lukman. (Isp) 



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.