INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sempat cekcok, seorang pria warga Batam Charles Leo Putra (36) tewas seketika setelah ditikam menggunakan pisau dapur oleh kekasihnya.

Kesadisan wanita muda Fania Putri Milenia (25), terjadi pada hari Kamis (3/4/2025) sekira pukul 03.53 Wib dini hari, di lantai 2 kost-kostan, Baloi Blok V, jalan Semangka 2 No. 02, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. 

Korban Charles Leo Putra yang tak lain merupakan kekasihnya itu, tewas seketika setelah mengalami luka tikam di bagian dada akibat perbuatan Fania Putri Milenia.

Kapolsek Lubuk Baja Kompol Rangga Primazada mengatakan, penikaman ini berawal ketika korban dan pelaku sempat terlibat cek cok hingga berujung pada pertikaian. Pertikaian mereka juga sempat terekam kamera CCTV di lokasi kejadian.

"Pelaku dan korban sempat bercekcok mulut sambil menarik-narik plastik biru yang saat itu dipegang oleh korban dan juga didapati di tangan pelaku sudah memegang pisau," ungkap Kompol Rangga Primazada.

Kompol Rangga menjelaskan, pertikaian antara korban dan pelaku sempat di lerai oleh salah seorang rekannya. Tetapi, karena pelaku sudah tersulut emosi, ia tetap bersikeras mengejar korban hingga berhasil menikamnya.



"Saksi di lokasi kejadian, sempat mencoba memisahkan pertikaian tersebut. Tetapi, pelaku tetap bersikeras mengejar korban hingga akhirnya ia berhasil menikam bagian dada korban sebanyak 1 kali menggunakan pisau dapur," ujarnya. 

Saat peristiwa itu, korban juga sempat meminta pertolongan dengan berteriak “Tolong..tolong dadaku berdarah” dan korban pun berjalan turun ke lantai 1. Namun, saat berada di lantai 1 korban sudah tergeletak. 

"Korban sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Santa Elisabeth. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, terhadap korban didapati sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelasnya. 

Mendapatkan informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja mendatangi RS. Santa Elisabeth dan membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup yaitu berupa keterangan saksi-saksi di tempat kejadian dan bukti petunjuk rekaman CCTV, tanpa pikir panjang, Polisi langsung mengamankan Fania Putri Milenia guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi terhadap pelaku Fania Putri Milenia, bahwa ia nekat melakukan penikaman ini karena kesal, korban sering menggunakan uangnya untuk bermain judi online.

"Keterangan pelaku, korban kerap kali menggunakan uangnya untuk bermain judi slot. Namun, kami masih melakukan pendalaman terkait motif lainnya," terangnya. 

Saat ini, pelaku Fania Putri Milenia telah diamankan di Polsek Lubuk Baja guna proses hukum lebih lanjut. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam/Walikota Batam, Amsakar Achmad menghadiri pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah bersama ribuan umat muslim Kota Batam pada Senin (31/3/2025). 

Kegiatan ini mulanya dijadwalkan berlokasi di Dataran Engku Puteri Batam Center. 

Akan tetapi dikarenakan cuaca yang kurang kondusif, maka lokasi kemudian dialihkan ke Masjid Agung Raja Hamidah.

Dalam penuturannya saat ditemui awak media selepas shalat, Amsakar menyampaikan tiga hal; pertama, ia mengajak seluruh umat muslim di Kota Batam untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, meski ibadah di bulan suci Ramadhan telah berakhir.

Kedua, Amsakar mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

“Alhamdulillah perekonomian Batam secara umum menunjukkan tren yang baik. Tentu saja kita harus bersatu untuk membuat Batam ini lebih hebat lagi ke depannya,” ujarnya.

Terakhir, Amsakar mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa memperkokoh tali silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi, serta memberikan energi maupun sumbang saran demi kemajuan Batam.

“Harapan saya, kita semua harus terus bersatu. Karena saya percaya, dengan bersama, semua pasti bisa (dilakukan),” pungkas Amsakar.

*Open House Perdana Amsakar Selaku Kepala BP Batam dan Walikota Batam*

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Idul Fitri, Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Amsakar Achmad, menggelar acara open house di kediamannya, Perumahan Kurnia Djaja Alam, yang dibuka untuk umum bagi seluruh warga.

Tidak hanya dihadiri masyarakat umum, Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanegara beserta rombongan turut menyambangi kediaman Amsakar.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menambah keakraban dan mempererat jalinan silaturahmi.

Momen ini juga sekaligus dijadikan Amsakar dan Li Claudia untuk mengantar kepulangan Iftitah beserta rombongan kembali ke ibukota, setelah sebelumnya meninjau sejumlah rencana pembangunan di Tanjung Banun serta berdialog dengan masyarakat Rempang yang terdampak pengembangan kawasan sejak hari Sabtu (29/3) silam.

“Mudah-mudahan audiensi Pak Menteri ke Tanjung Banun membawa hasil yang baik agar pengembangan daerah dapat terwujud, demi meningkatnya taraf hidup masyarakat setempat,” harap Amsakar. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan lawatan khusus ke Proyek Strategis Nasional PSN Rempang ECO City pada Sabtu hingga Senin (29-31 Maret 2025).

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mendampingi Menteri Transmigrasi berdialog bersama dengan warga Rempang yang berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Buana Central Park.

Amsakar mengimbau agar masyarakat tidak perlu risau dan dapat mendukung upaya yang dilakukan pemerintah guna memajukan daerah Rempang dan Galang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

"Bapak Ibu tidak perlu lagi merasa risau. Bapak Menteri AHY, Menteri Transmigrasi dan tertinggi Bapak Presiden RI telah memberikan atensi yang luar biasa untuk masyarakat Rempang." Kata Amsakar.

"Bapak Menteri Transmigrasi sendiri sudah tiga kali beliau mengunjungi kita. Mencari solusi yang paling bijak yang paling baik untuk kita. Pemerintah hadir untuk Bapak Ibu." Imbuh Amsakar.

Menteri Transmigrasi Iftitah kemudian berbincang dengan warga dan mendengarkan aspirasinya.

Ia mengatakan Transmigrasi pembangunan kawasan ekonomi baru, bukan sekedar perpindahan penduduk semata, melainkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Transmigrasi bukan sekedar persoalan perpindahan penduduk. Tapi lebih dari pada itu adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Itu yang paling pokok dari fungsi transmigrasi.” Kata Menteri Iftitah.

Menteri Iftitah juga menjelaskan bahwa Rempang dan Galang merupakan masa depan Indonesia, sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus pada wilayah ini. 

Melalui Kementerian Transmigrasi, Presiden ingin memastikan bahwa Pembangunan yang akan berjalan, dapat dinikmati seutuhnya bagi penduduk asli.

Menteri berharap masyarakat dapat mendukung upaya Pemerintah membangun wilayah Transmigrasi Batam Rempang Galang untuk kesejahteraan yang lebih baik.

Dari hasil diskusi, beberapa poin yang menjadi fokus utama Menteri ke depan adalah pembangunan sarana sekolah yang lebih baik dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA, beasiswa bagi anak-anak Rempang untuk mengenyam Pendidikan Tinggi, kehidupan sosial masyarakat yang sejahtera, hingga bantuan Kapal Laut bagi nelayan.

Kegiatan ditutup dengan pemberian santuan sambako dari Presiden RI Prabowo Subianto yang diserahkan oleh Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara kepada warga Rempang di Buana Central.

Selanjutnya Menteri melanjutkan perjalanan ke Rempang yang rencananya akan berlangsung hingga 31 Maret 2025.

Turut hadir Anggota Bidang Investasi dan Pengusahaan Fary Djemmy Francis dan Anggota Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait. (Isp) 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra mendampingi Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanegara saat melaksanakan kunjungan kerja hari kedua di Kawasan Rempang pada Minggu, (30/3/2025).

"Hari ini hari kedua saya mendampingi Pak Menteri dalam meninjau sejumlah rencana pembangunan di Tanjung Banun dan juga berdialog dengan masyarakat Rempang yang terdampak pengembangan kawasan," kata Li Claudia usai kegiatan. 

Li pun menyambut baik atas perhatian pemerintah pusat melalui rencana program Transmigrasi Lokal yang dicanangkan oleh Menteri Transmigrasi. Pihaknya, baik BP Batam maupun Pemerintah Kota akan mendukung penuh program pemerintah.  Menurutnya, hal itu akan berdampak kepada meningkatnya taraf hidup masyarakat setempat.

"Tentu dengan program Pak Menteri harapannya kawasan Rempang bisa maju sehingga masyarakat tempatan semakin sejahtera," ujar Li.

Tak lupa, dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi masyarakat Rempang yang senantiasa mendukung pemerintah hingga saat ini. 

Sebelumnya, Menteri Transmigrasi, Iftitah mengatakan kehadirannya di Rempang sudah atas restu Presiden Prabowo Subianto. Ia katakan sebelum pemerintah menetapkan kawasan Rempang Galang menjadi salah satu kawasan transmigrasi, ia ingin hadir untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat. 

"Kami ingin merasakan empati yang dirasakan. Merasakan empati itu yang paling penting, kami ingin mendengarkan apa yang menjadi konsen masyarakat," ucap Iftitah.

"Saya datang juga atas restu dari Bapak Presiden untuk membantu masyarakat Rempang mencari win win solution, mencari jalan terbaik agar ketika investasi berjalan di Rempang, warga Rempang tidak terpinggirkan," imbuh Menteri penerima penghargaan Bintang Adhi Makayasa. (Isp)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Bicara tentang Marketing, sering disebut sebagai jantung perusahaan, artinya, perusahaan hidup dari hasil penjualan yang dilakukan oleh tim divisi marketing. Tentu, divisi ini lah yang menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan sebuah perusahaan.

Sebagai apresiasi atas kerja keras mereka, perusahaan wajib memberikan fee marketing sebagai bentuk bonus dari hasil penjualan sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak.

Namun hal itu jauh dari harapan yang dialami Okto Siagian selaku mantan manager pemasaran di perusahaan property PT. Bumi Baraka Property.

Okto bercerita ketika awal ia bergabung di perusahaan property pendatang baru itu yakni pada tanggal 22 maret 2024 sesuai dengan kontrak perjanjian kerja waktu yang disepakati.

"Pada bulan maret 2024 itu pula project pertama PT. Bumi Baraka Property itu yakni komplek Baraka Businessman Center mulai progres pembangunan 9 unit gudang dan 21 unit Ruko yang beralamat di Jl. Yos Sudarso, Bengkong Laut, Bengkong, Kota Batam," kata Influencer Kota Batam itu kepada wartawan, Jum'at 28/3/2025).

Dengan kemampuan strategi pemasaran yang dimiliki Okto, akhirnya, 1 unit Ruko BBC Blok A1 berhasil terjual kepada salah satu konsumennya dengan total harga ruko berkisar Rp 2,6 Milyar pada bulan juni 2024 lalu.

"Nah, sekitar bulan juni 2024 lalu, 1 unit ruko terjual dengan harga total ruko itu sekitar Rp 2,6 M. Tentu dari penjualan 1 unit ruko ini saya berhak dong memperoleh fee marketing yakni 3 persen yakni Rp 79.875.000 secara bertahap dari total harga ruko," jelas Okto.

Dijelaskan, tahap 1, ketika konsumen melakukan pembayaran booking fee sebesar Rp5 juta, tahap 2 sebesar 1 % dari harga jual dan itu diberikan ketika konsumen sudah melakukan pembayaran sebesar 5 % dari harga jual, tahap 3, sebesar 1,5 % dari harga jual ruko ketika konsumen sudah melakukan pembayaran sebesar 10 % dari harga jual.

"Sampai saat ini saya baru terima fee masih Rp 5 juta saja dari perusahaan dan itu adalah closing fee. Seharusnya seluruh total fee 3 persen itu sudah dibayarkan perusahaan, mengingat pembayaran ruko dari konsumen saya ke perusahaan sudah melebihi 10 %, bahkan sudah lebih mencapai 60 persen. Artinya, ini saya sudah di zolimi pihak perusahaan," ungkap Okto.

Lanjutnya, proses pembayaran cicilan konsumen ini, seharusnya diberitahukan kepada penjual, ini justru saya taunya dari konsumen saya, soal berapa yang sudah dibayarkan ke perusahaan. Kalau begini kan sudah ada niat tidak baik dari awal. "Kenapa perusahaan tertutup dalam hal ini," kata dia.

Segala usaha soal hak fee 3 persen itu sudah ia lakukan dengan persuasif, bahkan sudah beberapa kali ia mendatangi kantor pemasaran, namun hingga kini pihak perusahaan tak kunjung merealisasikan hak yang seharusnya ia peroleh.

Justru pihak perusahaan melalui Uci selaku Sekertaris Direktur perusahaan berdalih. Mereka memaksa tanpa kesepakatan ingin membayarkan fee saya dengan 12 kali pembayaran secara bertahap. 

Terakhir, pihak perusahaan kembali memberi penawaran untuk pembayaran fee dengan enam kali pembayaran, tetapi Okto menolak atas dasar kekecewaan karena tidak adanya transparansi proses pembayaran cicilan oleh konsumen.

"Tentu saya tidak mau dong, saya mau hak fee saya dibayarkan seluruhnya sesuai dengan kesepakatan diawal yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak," ungkap okto.

Tak berhenti disitu saja, belakangan ini Okto dihubungi oleh kuasa hukum perusahaan dengan hal yang sama untuk menawarkan pembayaran fee dengan enam kali bayar.

"Pertanyaannya, kenapa kok pihak perusahaan mengutus kuasa hukumnya mengubungi saya untuk membicarakan soal pembayaran fee saya. Apakah ini adalah upaya mereka untuk mengintervensi saya," tegas Okto.

Seharusnya, kata Okto, yang lebih pantas melibatkan pengacara dalam hal ini adalah saya. Kan saya korbannya disini. 

"Sekali lagi saya tegaskan, intinya saya mau fee 3 persen itu dibayarkan penuh. Saya akan terus perjuangkan hak saya baik secara persuasif maupun jalur hukum," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur PT Bumi Baraka Property belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan wartawan. (Red)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melakukan peninjauan langsung kondisi arus mudik, Jum'at (28/3/2025). 

Sejak pagi, keduanya memantau arus mudik di Pelabuhan Sekupang, Bandara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Punggur dan Pelabuhan Pelni di Batu Ampar.

Dalam pemantauan ini, Amsakar dan Li Claudia meninjau langsung fasilitas pelabuhan dan bandara, serta berinteraksi langsung dengan penumpang dan petugas. 

Keduanya, menekankan pentingnya koordinasi antara pihak terkait guna memastikan protokol keselamatan berjalan dengan baik. Terutama komitmen mengenai angkutan yang tidak melebihi dari kapasitas yang tersedia.

"Bersama KSOP dan KKP kita juga sudah dialog langsung, dan mereka mengatakan jumlah penumpang sesuai dengan tempat duduk yang tersedia. Jadi tidak melebihi kapasitas," ujar Amsakar.

Ia melanjutkan, dalam peninjauan ini dirinya bersama Li Claudia juga mengecek seluruh perangkat keselamatan yang tersedia di dalam kapal. Mulai dari pelampung, sekoci hingga fasilitas di dalam kapal juga tersedia dengan baik.

"Bahkan kami sampai diruang kemudi, untuk mengecek kecepatan kapal, kondisi kapal dan bagaimana mensiasati cuaca, alhamdulillah semua menurut saya mereka menjalankannya dengan profesional," tuturnya.

Kepada masyarakat yang hendak mudik, Amsakar juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik Lebaran untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan adalah mengunci rumah dengan baik guna mencegah tindak kejahatan.

"Tentunya kita mendoakan semoga arus mudik tahun ini tidak terjadi insiden yang mengganggu keselamatan warga Batam yang hendak mudik. Semoga semua dalam berjalan lancar sampai kembali lagi ke Kota Batam," tutupnya.

Sementara itu, Li Claudia Chandra memberikan semangat serta ucapan apresiasi kepada para petugas meskipun dalam keadaan berpuasa.

Kemudian Li Claudia juga mendoakan para petugas, semoga dalam menjalankan tugas dan pengabdian selalu diberikan kesehatan dan kenyamanan, agar masyarakat yang dilayani juga merasa nyaman. (Isp)



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menaruh perhatian serius terhadap dampak dari pertumbuhan investasi di Batam.

Menurut Li, investasi harus tumbuh secara inklusif sehingga mampu memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Batam.

“Kegiatan investasi kita harus inklusif. Masyarakat harus mendapat manfaat sebesar-sebesarnya,” tegas Li Claudia, Jum'at (28/3/2025).

Di samping itu, pihaknya juga akan berupaya untuk memberikan kemudahan berinvestasi bagi tiap investor.

Li yang juga Wakil Walikota Batam telah menginstruksikan agar seluruh Deputi BP Batam serta kepala dinas di lingkungan Pemko Batam yang berkaitan langsung dengan sektor investasi dan penanaman modal untuk dapat memaksimalkan pelayanan ataupun pengurusan perizinan.

Sehingga, tidak ada lagi kendala dalam mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi inklusif di Batam.

“Kehadiran kita harus membuat perizinan jadi lebih mudah dan lancar. Bukan hanya terhadap investor, tapi juga untuk masyarakat kecil,” pesannya. (Isp)



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.