INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Ada pemandangan yang janggal di ujung Kampung Tua Bagan, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Di kawasan yang seharusnya hijau oleh rimbunnya hutan mangrove, kini justru bising oleh deru alat berat.

Satu unit buldoser kuning terlihat sibuk meratakan tanah, menguruk lahan, dan membuka jalan. Di balik debu yang beterbangan, ada pemandangan yang membuat miris akar dan batang pohon mangrove tertimbun tanah merah.

Padahal, mangrove di kawasan ini bukan sekadar pohon. Bagi warga Kampung Tua Bagan, mangrove adalah benteng. Benteng dari abrasi, tempat ikan bertelur, dan penjaga kampung mereka dari ganasnya air pasang.

Kini, benteng itu satu per satu mulai ditimbun.

BARU 3 MINGGU, TAPI SUDAH LUAS

Aktivitas ini ternyata belum lama. Warga menyebut baru sekitar tiga minggu terakhir alat berat itu masuk.

"Informasinya mau buat kavling-kavling, Pak. Baru tiga minggu mulai ada pekerjaan di sana," ujar seorang warga kepada Jum'at (8/10/2026).

Informasi yang dihimpun, lahan yang sedang dimatangkan itu diduga akan dijadikan Kavling Siap Bangun (KSB) untuk dijual. Polanya klasik, lahan dibuka dulu, diratakan dulu, baru nanti dijual per petak.



Yang menjadi pertanyaan besar warga adalah apakah sudah ada izinnya belum?

Pasalny, pantau wartawan di lokasi, tidak ada satu pun papan informasi proyek, tidak ada plang izin pematangan lahan dari BP Batam, dan tidak ada papan UKL-UPL dari Dinas Lingkungan Hidup. Aktivitas terkesan diam-diam, tapi dampaknya terang-terangan merusak mangrove.

BP BATAM JANJI CEK LOKASI

Ketika dikonfirmasi, Direktur Pengendalian Kawasan BP Batam, Harry Utomo, merespon cepat dan berjanji akan menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi.

“Terima kasih informasi ini, biar dicek ke lokasi dulu ya,” kata Harry, Kamis (8/10/2026).

RISIKO HUKUMNYA?

Jika terbukti melakukan penimbunan mangrove tanpa izin, aktivitas ini tidak bisa dianggap sepele. Ada dua aturan yang mengancam:

1. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 98: Setiap orang yang sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup, dipidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun.

2. Perpres No. 73 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove, yang melarang setiap aktivitas yang merusak ekosistem mangrove.

Artinya, jika terbukti, bukan hanya pengelola lahan yang bisa terjerat, tapi juga pihak yang menyuruh dan yang memberi izin.

Redaksi Inspirasikepri.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang terkait. (ISP)

Pererat Silaturahmi, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Anjangsana ke Masyarakat Kampung Ukuneri 
INSPIRASIKEPRI.COM | Puncak Jaya - Suasana pagi yang sejuk menyelimuti Kampung Ukuneri, saat personel Batalyon Infanteri 136/Tuah Sakti melaksanakan kegiatan anjangsana sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dan membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah penugasan, Jum'at (08/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letda Inf Jacson Tampubolon. Kehadiran personel Satgas disambut hangat oleh masyarakat Kampung Ukuneri.

Dalam kunjungan tersebut, Letda Inf Jacson Tampubolon berkesempatan bersilaturahmi dengan Kepala Suku Winiringga Talenggeng, salah satu tokoh masyarakat yang memiliki peran penting di Kampung Ukuneri. Pertemuan berlangsung sederhana, akrab, dan penuh suasana kekeluargaan.

Dalam komunikasi tersebut, Letda Inf Jacson Tampubolon menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keamanan, kedamaian, serta kebersamaan di tengah masyarakat. Ia juga mendengarkan secara langsung kondisi, harapan, serta berbagai kendala yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Suku Winiringga Talenggeng menyambut baik kehadiran personel Satgas dan berharap komunikasi serta hubungan baik antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin. 

"Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi ruang untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga," ungkapnya.

Kegiatan anjangsana ditutup dengan jabat tangan dan suasana penuh keakraban. Bagi Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar bagian dari tugas, tetapi merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dari Kampung Ukuneri, kebersamaan terus dirawat, persaudaraan terus dikuatkan, dan kehadiran TNI menjadi bagian dari masyarakat.


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turun langsung ke Waduk Nongsa untuk melihat kondisi sumber air sekaligus merespons keluhan warga terkait gangguan suplai air di kawasan tersebut, Senin (5/10/2026). 

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa saat ini berada pada kisaran 5,5 meter di atas permukaan laut, atau mengalami penurunan sekitar 4,5 meter dibandingkan kondisi normal.

Saat kondisi normal, rata-rata TMA Waduk Nongsa berada pada kisaran 10 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi puncak, TMA dapat mencapai sekitar 12,7 meter di atas permukaan laut.

Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi debit air yang masuk ke waduk. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air baku dan selanjutnya memengaruhi distribusi serta suplai air kepada masyarakat di wilayah Nongsa.

“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar di lokasi.

Ia menjelaskan, BP Batam telah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mengantisipasi dampak penurunan TMA Waduk Nongsa sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalirkan air dari embung yang berada di kawasan Kebun Raya Nongsa melalui pemasangan pipa interkoneksi menuju Waduk Nongsa.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan debit air sehingga TMA Waduk Nongsa dapat meningkat secara bertahap.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” tambahnya.

Selain mengalirkan air dari embung ke waduk tersebut, BP Batam juga mengupayakan penyambungan pipa 250 mm dan pipa 300 mm sebagai bagian dari sistem interkoneksi.

Penyambungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga dorongan air menuju masyarakat berjalan lebih optimal.

“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” tambah Amsakar.

Amsakar menjelaskan bahwa gangguan distribusi yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi Waduk Nongsa yang mengalami penurunan TMA.

Ia juga mengajak agar masyarakat untuk bersama-sama melakukan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.

“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar. (Isp) 



Cegah Peredaran Senjata dan Barang Terlarang, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Sweeping Serentak di Sejumlah Titik Wilayah Penugasan Papua

INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah penugasan, jajaran Pos Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan sweeping secara serentak di sejumlah wilayah penugasan, Selasa (05/10/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kepemilikan senjata tajam, barang-barang terlarang yang bertentangan dengan hukum, serta senjata api ilegal yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Setiap pemeriksaan dilaksanakan sesuai prosedur dengan tetap menghormati hak dan privasi masyarakat serta atas izin pihak yang bersangkutan.


Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, S.H., M.I.P., menekankan agar seluruh personel melaksanakan pemeriksaan secara profesional dan humanis.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap humanis dan menghormati masyarakat. Sweeping bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran, tetapi sebagai langkah pencegahan agar keamanan dan ketertiban di wilayah penugasan tetap terjaga,” tegas Dansatgas.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Satgas Yonif 136/Tuah Sakti dalam menciptakan wilayah penugasan yang aman dan kondusif, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat melalui pendekatan yang santun dan humanis.


Hangatkan Kebersamaan, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Makan Bersama Masyarakat Distrik Kalome
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Pos Kalome Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti menggelar kegiatan makan bersama masyarakat Distrik Kalome, Minggu (04/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di depan Pos Kalome tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Kalome, Lettu Inf Jeril Wiputra, bersama seluruh personel Pos Kalome. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan, ketika prajurit TNI dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Makan bersama ini merupakan salah satu program unggulan Pos Kalome sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membangun kedekatan emosional dengan masyarakat di wilayah penugasan. Lebih dari sekadar berbagi hidangan, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjalin komunikasi, serta menumbuhkan rasa kebersamaan tanpa sekat antara prajurit dan masyarakat.

Danpos Kalome, Lettu Inf Jeril Wiputra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sekaligus tanggung jawab moral TNI terhadap masyarakat.

“Kegiatan makan bersama ini kami laksanakan sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan membangun hubungan kekeluargaan dengan masyarakat. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat positif serta membuat masyarakat merasa bahwa TNI selalu hadir sebagai bagian dari keluarga mereka,” ungkapnya.

Masyarakat Distrik Kalome pun menyambut baik kegiatan tersebut. Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kedekatan dan keharmonisan antara personel Satgas dengan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti ingin menunjukkan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan ketulusan dalam membangun hubungan dengan masyarakat.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti akan terus berkomitmen menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat selama masa penugasan, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano mengatakan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan dengan interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air, agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.

“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelas Denny, Minggu (5/10/2026). 

Denny mengatakan pembangunan interkoneksi pipa 250 mm sepanjang 30 meter di Jl. Hang Lekiu Sambau dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam ini (5/10/2026).

Pasca-interkoneksi, normalisasi air ke rumah warga diperkirakan mengalir secara bertahap mulai besok malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda (hidran pemadam) dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.

“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.

Setelah sistem nantinya kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.

Sementara itu, pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +3,44 Dasarian I Oktober.

BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.

Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026. 

“Memang kondisi sekarang ini terjadi tidak hanya di Batam, melainkan juga di sebagian besar wilayah Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis.” jelasnya.

Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.

Lebih lanjut, Denny menerangkan pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan menyeluruh.

"PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa." Terang Denny.

Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.

Beberapa wilayah berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta pada area Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.

“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.

Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi, agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya. 

"Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak,” kata Denny.

Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.

Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam. (Isp)

Sah, Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah Jadi Kodam Pertama di Kepri

INSPIRASIKEPRI.COM | JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Komando Daerah Militer (Kodam) XXV/Mahmud Riayat Syah untuk wilayah Kepulauan Riau.

Peresmian dilakukan dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).

Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah merupakan bagian dari pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat. Pembentukan Kodam tersebut merupakan salah satu dari enam Kodam baru yang diresmikan pada kesempatan tersebut.

"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI, terdiri dari enam Komando Daerah Militer,” ujar Prabowo saat prosesi peresmian.

Sebelum pembentukan Kodam XXV, wilayah Kepulauan Riau berada di bawah komando Kodam I/Bukit Barisan dan beralih ke Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang berkedudukan di Riau.

Dengan peresmian ini, Kepulauan Riau memiliki komando daerah militer tersendiri yang membawahi wilayah teritorial provinsi tersebut.

Dalam rangkaian peresmian, Mayjen TNI Rionardo ditetapkan sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XXV/Mahmud Riayat Syah. Ia menjadi Pangdam pertama Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah.

Penetapan ditandai dengan penyerahan tongkat komando dan bendera kesatuan.

Mayjen TNI Rionardo merupakan lulusan Akademi Militer 1994. Ia lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 4 Agustus 1971. Ia memiliki latar belakang kecabangan Infanteri dan pernah bertugas di lingkungan Kopassus.

Sebelum menjabat Pangdam XXV/Mahmud Riayat Syah, Rionardo menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Sosial.

Pembentukan Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah bertujuan memperkuat struktur pertahanan di wilayah Kepulauan Riau. Kepulauan Riau merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara dan berada di jalur pelayaran internasional.

Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah diharapkan dapat meningkatkan koordinasi pertahanan dan pelaksanaan tugas kewilayahan TNI AD di Kepulauan Riau. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.