INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Sslah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep _Batam Integrated Total Water Management_ untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi _Sea Water Reverse Osmosis_ (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny.  (Isp) 

 


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Negeri Batam berhasil menyelesaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sewa perairan Terminal Khusus (Tersus) periode 2021–2025 senilai Rp18.820.259.094. 

Capaian tersebut ditandai melalui Serah Terima dan Pemberian Penghargaan atas Pendampingan Hukum (Legal Assistance) Penyelesaian PNBP Sewa Perairan pada Terminal Khusus BP Batam Periode 2021–2025, Minggu (21/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, secara simbolis menyerahkan penerimaan PNBP tersebut kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

I Wayan mengatakan, penyelesaian kewajiban PNBP merupakan hasil sinergi Kejaksaan Negeri Batam, BP Batam, asosiasi, dan para pelaku usaha. Dari 135 pemegang Tersus yang menjadi objek penanganan, hingga September 2026 sebanyak 111 perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya.

“Capaian ini merupakan keberhasilan bersama dalam mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut untuk mewujudkan tata kelola Terminal Khusus yang lebih tertib dan transparan,” ujar I Wayan.

Ia menjelaskan, hal tersebut bermula setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang membawa perubahan dalam pengelolaan pemanfaatan perairan Terminal Khusus di Batam.

Dalam proses penyelesaiannya, Kejaksaan Negeri Batam melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara melakukan koordinasi, fasilitasi, serta pendampingan hukum kepada para pemilik dan pengelola Tersus.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak negara dapat terpenuhi sekaligus memberikan kepastian hukum kepada para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta jajaran dan para pelaku usaha atas sinergi yang telah terbangun dalam menyelesaikan kewajiban tersebut.

Menurut Amsakar, optimalisasi PNBP memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan Batam. Terlebih, berbagai kegiatan BP Batam ditopang oleh penerimaan negara bukan pajak yang dihimpun dari kegiatan pengusahaan.

“Apa yang kita lakukan ini harus kita maknai sebagai cara untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan negara yang kita cintai. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batam beserta jajaran serta rekan-rekan pelaku usaha,” kata Amsakar.

Amsakar juga menekankan pentingnya membangun we feeling atau “rasa berkita” di antara seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, asosiasi, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam menjaga momentum pembangunan Batam.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Batam pada semester I 2026 telah mencapai 7,28 persen. Capaian tersebut perlu terus dijaga melalui iklim usaha yang kondusif, kepastian hukum, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat pelayanan dan kepastian berusaha serta menjaga daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan, industri, dan kepelabuhanan.

Penyelesaian kewajiban PNBP sewa perairan Tersus ini diharapkan mampu mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap tata kelola pengusahaan di Batam.

“Kalau pelaku usaha sudah sehati, insyaallah Batam ke depan semakin jaya,” tutup Amsakar.

Kegiatan turut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelesaian PNBP sewa perairan Tersus periode 2021–2025.

Turut hadir jajaran Kejaksaan Negeri Batam dan BP Batam, KSOP Khusus Batam, Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), DPC Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Batam, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan pengelola Terminal Khusus. (CM).  (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - BP Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari–Agustus 2026.

Sejumlah indikator utama menunjukkan pertumbuhan tahunan, dengan penerimaan mencapai Rp303,14 miliar, arus peti kemas 542.927 TEUs atau tumbuh 8,2% (YoY), bongkar muat general cargo 8.174.446 ton atau tumbuh 8% (YoY), serta mobilitas penumpang mencapai 6.718.075 orang atau tumbuh 8,02% (YoY).

Khusus Terminal Umum Batu Ampar, realisasi general cargo telah mencapai 1.376.034 ton atau 102% dari target tahunan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa tren positif sektor kepelabuhanan menjadi salah satu indikator penting dalam menopang aktivitas ekonomi dan investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam.

Menurutnya, pertumbuhan arus logistik dan mobilitas penumpang menunjukkan aktivitas perdagangan serta konektivitas Batam terus bergerak positif.

"Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam," ujar Amsakar Achmad, Sabtu (19/9/2026). 

Ia menambahkan, BP Batam akan terus mendorong modernisasi infrastruktur, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi layanan dan proses logistik. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai transshipment hub dan simpul logistik internasional di Selat Malaka.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa peningkatan kinerja harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha dan masyarakat. Hingga Agustus 2026, lalu lintas penumpang domestik dan internasional tercatat mencapai 6.718.075 orang, sementara kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 73.230 call atau tumbuh 1% (YoY).

"Tingginya mobilitas penumpang laut yang menembus 6,7 juta orang dan aktivitas logistik yang kian padat menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal. BP Batam terus mempererat sinergi dengan unsur CIQP serta para asosiasi maritim agar seluruh proses kepelabuhanan berjalan makin cepat, terukur, dan akuntabel," tegas Li Claudia.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan apresiasi atas capaian unit bisnis kepelabuhanan yang dinilai mencerminkan penguatan tata kelola dan optimalisasi aset. Capaian general cargo Terminal Umum Batu Ampar yang telah mencapai 102% dari target tahunan, serta realisasi peti kemas sebesar 542.927 TEUs atau 72% dari target 750.000 TEUs, menjadi bagian dari kinerja yang terus dipantau hingga akhir tahun.

"Kinerja positif yang melampaui 100% pada komoditas general cargo di Batu Ampar serta realisasi peti kemas yang on track membuktikan efektivitas transformasi tata kelola bisnis di lingkungan pengusahaan. Melalui penguatan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, kami memastikan setiap aset kepelabuhanan BP Batam dioptimalkan secara komersial dengan standar tata kelola yang transparan dan profesional," ujar Denny Tondano.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menjelaskan bahwa hingga akhir Agustus 2026, penerimaan sektor kepelabuhanan mencapai Rp303,14 miliar, atau 61,85% dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar. Capaian tersebut masih berada dalam koridor target dan diproyeksikan mengalami akselerasi pada kuartal IV-2026.

Benny menambahkan, dari sisi arus barang, volume peti kemas yang ditangani mencapai 542.927 TEUs, tumbuh 8,2% (YoY) dan merealisasikan 72% dari target tahunan. Sementara itu, total bongkar muat general cargo mencapai 8.174.446 ton, meningkat 8% (YoY).

"Capaian istimewa diraih Terminal Umum Batu Ampar yang telah melampaui target tahunan dengan realisasi 1.376.034 ton atau mencapai 102%, sedangkan Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatatkan realisasi 2.792.750 ton atau 80% dari target," urai Benny.

Dengan capaian tersebut, BP Batam akan melanjutkan penguatan kinerja kepelabuhanan melalui peningkatan kapasitas layanan, optimalisasi aset, modernisasi fasilitas, serta penguatan kolaborasi antarlembaga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat daya saing Pelabuhan Batam dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. (Isp) 





INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Persatuan Istri Karyawan Otorita (PIKORI) BP Batam menyalurkan bantuan donasi kemanusiaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam. 

Prosesi penyerahan bantuan secara simbolis tersebut berlangsung di Marketing Centre BP Batam, Jumat (18/9/2026). 

Agenda ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Sari Amsakar, Wakil Ketua 2 PIKORI BP Batam, Yani Alkindi Sudirman, Wakil Ketua 6 PIKORI BP Batam, Yanaika Agustine Mouris, Wakil Direktur Keuangan Dan Umum RSBP Batam, Evi Bangun beserta jajaran pengurus PIKORI BP Batam. 

Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Sari Amsakar, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wujud kontribusi nyata PIKORI BP Batam dalam menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas. 

“Penyerahan bantuan ini merupakan komitmen kami agar kehadiran PIKORI BP Batam terus memberikan dampak positif yang nyata,” ujar Erlita.

Dalam penjelasannya, Erlita mengungkapkan proses pengumpulan dana berhasil dikumpulkan dalam relatif singkat melalui partisipasi para pengurus PIKORI BP Batam. Penggalangan dana mencatatkan akumulasi akhir sebesar Rp40 juta.

Lebih lanjut, Erlita menjelaskan bahwa PIKORI BP Batam mempercayakan mekanisme penyaluran bantuan tersebut kepada BAZNAS Kota Batam agar dapat segera dialokasikan bagi kebutuhan para korban terdampak.

"Harapan dan doa kami, semoga aksi yang dilakukan PIKORI BP Batam dapat terus berlanjut secara konsisten, serta bantuan ini mampu mempercepat pemulihan kondisi saudara-saudara kita di NTT," jelas Erlita.

Upaya yang dilakukan PIKORI BP Batam mendapat apresiasi dari Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Sholeh. Pihaknya memastikan bahwa amanah donasi yang telah dititipkan akan segera ditindak lanjuti supaya proses pemulihan berjalan lancar.

“Penyaluran amanah yang telah dititipkan ini akan segera kami proses agar pemenuhan kebutuhan bagi korban di NTT terfasilitasi dengan baik,” ujar Habib.

Dalam kesempatan tersebut, Habib juga memberikan tausiah singkat sebagai bahan refleksi spiritual bersama guna memupuk empati, menguatkan rasa kepedulian sosial, serta mempererat tali persaudaraan.

Melalui sinergi ini, PIKORI BP Batam berkomitmen untuk terus konsisten mengambil peran dalam kegiatan sosial kemanusiaan di setiap lini kebutuhan masyarakat. Diharapkan juga, gerakan ini dapat memicu rantai kebaikan yang lebih luas serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana bagi para penyintas di NTT. (Isp)




Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti Gelar Patroli Simpatik, Beri Rasa Aman Untuk Masyarakat di Irimuli
INSPIRASIKEPRI.COM | Papua Tengah – Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti melalui Pos Puncak Senyum kembali melaksanakan patroli keliling simpatik di Kampung Irimuli, Distrik Puncak Senyum. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas dalam menjaga keamanan sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat di wilayah penugasan, Jum'at (18/09/2026).

Dalam keterangan tertulis Satgas, Danpos Puncak Senyum Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti, Kapten Inf Dwi Luhur, menyampaikan bahwa patroli simpatik akan terus dilaksanakan secara rutin di wilayah Distrik Puncak Senyum.

“Cara ini cukup efektif untuk memberikan rasa aman sekaligus menjaga situasi agar tetap kondusif. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pembinaan teritorial (Binter) dan komunikasi sosial (Komsos),” ujarnya.

Lebih lanjut, Danpos mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk cinta kasih dan kepedulian Satgas terhadap masyarakat Distrik Puncak Senyum.

“Kami yakin, ketika TNI dapat menjaga dan memberikan rasa aman kepada rakyat, masyarakat juga akan memberikan yang terbaik kepada kita,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas menyambangi rumah Ibu Irabel Wonda (50) di Kampung Irimuli. Dalam kesempatan itu, prajurit berinteraksi dan bersilaturahmi dengan Ibu Irabel Wonda bersama ketiga anaknya, Peninton (9), Peniti (5), dan Penite (3).

Ibu Irabel Wonda menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kehadiran prajurit Satgas yang terus membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dan perhatian bapak-bapak tentara kepada kami. Terima kasih, Bapak Komandan. Tetap jaga kesehatan selalu,” ungkapnya.

Ia juga berharap kehadiran TNI di wilayah tersebut dapat terus dirasakan oleh masyarakat.

“Kami berharap TNI tetap selalu ada dan terus memberikan rasa aman kepada kami,” pungkasnya.

Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Gelar Pengobatan Keliling di Untuk Masyarakat Kalome
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Pos Kalome jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti melaksanakan pengobatan keliling di Kampung Kalome, Distrik Kalome, Papua Tengah, Kamis (17/09/2026).

Kegiatan dipimpin Sertu Riki Wijaya didampingi tenaga kesehatan Pratu Ismail dan personel Pos Kalome. Dalam pelayanan tersebut, personel Satgas mendatangi langsung kediaman warga, di antaranya Gento Kogoya (20 tahun) dan Feli Wonda (28 tahun), untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, serta vitamin secara gratis.

Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kondisi kesehatan secara umum, konsultasi, serta pemberian obat sesuai keluhan warga. Personel Satgas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan pola hidup sehat.

Sertu Riki Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

“Kegiatan pengobatan keliling ini kami laksanakan sebagai upaya membantu masyarakat. Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan mendapat sambutan positif dari warga Kampung Kalome. Selain memberikan pelayanan kesehatan, kegiatan ini menjadi sarana mempererat komunikasi dan silaturahmi serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti akan terus menghadirkan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat selama masa penugasan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (17/9).

RKA tersebut disampaikan langsung Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra dan jajaran.

BP Batam mengusulkan pagu anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,44 Triliun. Anggaran tersebut seluruhnya bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan, penyusunan RKA 2027 diarahkan untuk mendukung percepatan perizinan investasi, memperkuat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

“Rencana kerja dan anggaran tahun 2027 fokusnya adalah bagaimana pelayanan semakin cepat, infrastruktur semakin baik dan iklim investasi semakin memberikan kepastian,” kata Amsakar.

Ia menjelaskan, arah pembangunan BP Batam pada 2027 sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi dan Industri".

Rp665,11 Miliar untuk Pengembangan Infrastruktur

Salah satu fokus utama BP Batam dalam RKA 2027 tersebut adalah pembangunan dan pengembangan infrastruktur. Sebesar Rp665,11 miliar dialokasikan untuk kegiatan pengembangan infrastruktur di KPBPB Batam.

Fokus pengembangan pada fasilitas pelabuhan, infrastruktur jalan, infrastruktur jembatan, fasilitas bandara, infrastruktur drainase, fasilitas air bersih dan limbah/IPAL, kawasan dan wisata serta fasilitas kesehatan.

Menurut Amsakar, pembangunan infrastruktur tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan investasi di Batam.

“Pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Batam,” tegasnya.

Amsakar juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI terhadap pelaksanaan tugas BP Batam dalam mengelola, mengembangkan dan membangun KPBPB Batam.

“Kami berkomitmen menjalankan anggaran secara efektif, efisien dan akuntabel, sehingga setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, pengembangan Batam dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto mengapresiasi kinerja BP Batam dan berharap agar anggaran yang disiapkan BP Batam dapat dikelola secara akuntabel dan inklusif.

“Kami apresiasi kunjungan kita di lapangan mendapati banyak sekali capaian progresif Batam di mata masyarakat dan pelaku usaha. Kami harap agar anggaran ini dapat dikelola secara efektif dan akuntabel melalui program prioritas yang terukur untuk meningkatkan pelayanan publik, investasi, konektivitas, penciptaan lapangan kerja dan daya saing Batam,” tutup Adisatrya. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.