INSPIRASIKEPRI.COM | Aceh Tamiang - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatra Sekar (Serikat Karyawan) TelkomGroup menyalurkan bantuan dan program kemanusiaan bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan ini merupakan bagian dari kepedulian TelkomGroup terhadap masyarakat terdampak, khususnya anak-anak yang disalurkan bekerja sama dengan Bakti Bagi Negeri (BBN), komunitas sosial di bawah naungan Yayasan Sekar Telkom yang fokus pada peningkatan literasi dan kesejahteraan anak.

Penyaluran bantuan sekaligus pendampingan kepada masyarakat terdampak diikuti oleh lebih dari 200 anak di sejumlah desa terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Telkom untuk hadir memberikan kepedulian nyata, sekaligus memastikan keberlangsungan literasi dan proses belajar anak-anak yang duduk di bangku sekolah tetap terjaga, meskipun berada dalam situasi pemulihan pascabencana.

Bantuan dan program pendampingan disalurkan secara terkoordinasi dengan menyesuaikan kebutuhan pada masing-masing lokasi. Di Desa Babo, bantuan mencakup pakaian layak pakai, paket perlengkapan sekolah berupa tas, buku, dan alat tulis, paket logistik, obat-obatan, serta susu untuk anak-anak.

Sementara itu, di Desa Sulum, bantuan difokuskan pada keperluan tidur seperti tikar dan selimut, pakaian layak pakai, serta dukungan infrastruktur darurat berupa konektivitas satelit, genset, dan bahan bakar untuk menunjang aktivitas warga dan posko. Bantuan serupa berupa keperluan tidur, genset, dan bahan bakar genset juga disalurkan ke Desa Juar, sedangkan Desa Pandiangin menerima bantuan kebutuhan logistik.

Program pendampingan dan trauma healing bagi anak-anak juga berlanjut di Desa Menanggini, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, beberapa waktu lalu.

Diselenggarakan bersama Relawan Telkom Peduli, kegiatan tersebut diisi dengan sesi permainan edukatif yang diharapkan dapat menjadi media penyemangat, sekaligus membantu anak-anak mengekspresikan emosi serta memperoleh kembali rasa aman di masa pemulihan pascabencana. Pada kesempatan yang sama, Yayasan Kesehatan Telkom dan Telkomedika juga menyediakan fasilitas layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen TelkomGroup untuk hadir dan memberikan dampak serta pendampingan bagi masyarakat terdampak di masa pemulihan dan normalisasi pascabencana.

"TelkomGroup tidak hanya berfokus pada pemulihan konektivitas, tetapi juga berupaya menghadirkan dukungan sosial yang nyata bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui kolaborasi bersama Sekar Telkom dan Relawan Telkom Peduli, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta membantu anak-anak untuk tetap merasa aman dan terhibur di masa pemulihan,” ujar Seno.

Sejalan, EVP Telkom Regional 1 Sumatra Dwi Pratomo Juniarto menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan ketepatan sasaran dan kebutuhan di lapangan.

“Wilayah Aceh Tamiang menjadi salah satu area yang terdampak signifikan. Oleh karena itu, kami memastikan bantuan disalurkan secara langsung dan sesuai kebutuhan masyarakat di setiap desa, mulai dari kebutuhan dasar, dukungan fasilitas darurat hingga fasilitas layanan kesehatan gratis. Kami berterima kasih atas sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga program ini dapat dilaksanakan dengan baik,” tambah Dwi.

Melalui inisiatif ini, TelkomGroup berharap dapat turut mempercepat pemulihan sosial pascabencana sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok yang paling rentan. TelkomGroup berkomitmen untuk terus menghadirkan peran aktif melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. (Isp)


Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas. 

INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan kasus yang menyeret nama Gustian Riau, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, yang belakangan menyita perhatian publik.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas, sebagai respons atas beredarnya video di media sosial yang diduga menampilkan percakapan tidak pantas dan dikaitkan dengan nama Gustian Riau.

Menurut Anwar, pembentukan tim pemeriksaan internal penting dilakukan untuk menjaga marwah institusi Pemerintah Kota Batam serta integritas aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.

“BKPSDM perlu segera membentuk tim pemeriksaan agar persoalan ini terang. Ini penting untuk menjaga nama baik Pemko Batam dan memastikan seluruh ASN tidak disamaratakan akibat satu kasus yang belum terbukti kebenarannya,” ujar Anwar.

*Dorong Pemeriksaan Objektif dan Koordinasi dengan Polisi*

Anwar menekankan bahwa proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif, profesional, dan transparan. Ia menyebut, apabila video yang beredar tersebut benar bukan Gustian Riau, maka yang bersangkutan berhak mendapatkan pemulihan nama baik.

Sebaliknya, jika terdapat pelanggaran hukum atau etika, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam proses pendalaman, Anwar juga meminta agar tim BKPSDM berkoordinasi dengan unit siber Polda Kepulauan Riau, mengingat Gustian Riau telah mengajukan laporan resmi ke kepolisian terkait dugaan penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau rekayasa digital (deepfake).

“Pengakuan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa AI harus dibuktikan secara ilmiah dan hukum. Karena itu, koordinasi dengan tim siber kepolisian sangat diperlukan,” tegasnya.

*Minta Polisi Usut Dugaan Penyebaran dan Pemerasan*

Selain pemeriksaan internal, DPRD Batam juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam percakapan maupun penyebaran video tersebut.

Anwar menyebut, jika terdapat indikasi pemerasan atau kejahatan siber, maka pelaku harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Jika benar ada pihak yang menyebarkan atau memanfaatkan video tersebut untuk tujuan pemerasan, maka kepolisian harus mengungkap dan menangkap pelakunya,” kata Anwar.

*Usulkan Penonaktifan Sementara*

Untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi, Anwar juga meminta Wali Kota Batam mempertimbangkan penonaktifan sementara Gustian Riau dari jabatannya.

Langkah tersebut, menurutnya, bersifat administratif dan bukan bentuk vonis, melainkan agar yang bersangkutan dapat fokus menyelesaikan persoalan hukum yang sedang dihadapi.

“Penonaktifan sementara penting agar tidak mengganggu kinerja organisasi dan memberi ruang bagi proses hukum berjalan secara adil,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BKPSDM Kota Batam menyatakan tengah mencermati perkembangan kasus tersebut dan akan menempuh langkah sesuai prosedur kepegawaian yang berlaku. (Isp)



INSPIRASIKEPRI.COM | Kuala Simpang - PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty), sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang bergerak dalam pengelolaan dan pemeliharaan aset TelkomGroup yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan layanan turut mengambil peran dalam mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan dan pemulihan layanan di wilayah terdampak bencana.


Sepanjang periode 28 November hingga 22 Desember 2025, TelkomGroup telah menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan total nilai Rp1,44 miliar untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, bantuan sosial dari anak perusahaan TelkomGroup turut disalurkan dengan nilai Rp1,233 miliar, serta dukungan dari sumber lainnya sebesar Rp301 juta, sehingga total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp2,97 miliar.

Selain bantuan kemanusiaan berupa sembako, logistik, dan dukungan dapur umum, TelkomGroup juga menghadirkan dukungan konektivitas melalui penyediaan posko internet gratis di sejumlah wilayah terdampak. Fasilitas ini disediakan untuk membantu masyarakat tetap terhubung, mengakses informasi, serta mendukung koordinasi selama masa pemulihan. Hingga saat ini, posko internet gratis telah tersedia di 21 titik di Aceh, 4 titik di Sumatera Barat, serta sejumlah titik di Sumatera Utara, dan akan terus diperluas seiring proses pendataan wilayah terdampak lainnya.

Dalam upaya tersebut, PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty) dan TelkoMedika, anak usaha Telkom, turut berperan sebagai salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan bantuan kemanusiaan di lapangan. Mereka secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pemulihan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak, khususnya di Desa Bukit Rata dan Desa Menanggini, Aceh Tamiang.

Di Desa Bukit Rata dan salah satu Masjid di Kota Kuala Simpang, TelkomProperty menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan pendukung infrastruktur dasar, yang meliputi paket sembako, bahan pangan, susu untuk masyarakat, serta dukungan penyediaan air bersih melalui sumur bor, genset beserta bahan bakar, guna menunjang kebutuhan masyarakat dan aktivitas harian pascabencana.

Sementara itu, di Desa Menanggini, TelkoMedika melaksanakan rangkaian kegiatan kemanusiaan yang berfokus pada pemulihan sosial masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi trauma healing bagi anak-anak, dukungan posko kesehatan, kegiatan makan bersama masyarakat, serta peresmian fasilitas sanitasi Mandi Cuci Kakus (MCK). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan kondisi kesehatan, psikososial, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji, menegaskan bahwa kehadiran TelkomGroup di wilayah terdampak bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga pada dukungan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Kami hadir tidak hanya untuk memulihkan infrastruktur, tetapi juga untuk memberi dukungan dan semangat kepada masyarakat terdampak. Melalui bantuan layanan kesehatan, kebutuhan dasar, dan kehadiran langsung di lapangan, kami ingin memastikan bahwa TelkomGroup benar-benar hadir bersama masyarakat dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Seno saat kunjungannya ke Desa Menanggini, Kuala Simpang.

PLT Direktur Utama TelkomProperty, Didit Sulistyo, juga menyampaikan bahwa keterlibatan TelkomProperty dalam rangkaian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat terdampak bencana.

“Melalui berbagai kegiatan dan bantuan yang kami lakukan, TelkomProperty berupaya mendukung percepatan pemulihan masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat bangkit kembali dan secara bertahap melanjutkan aktivitasnya,” ujarnya.

Ke depan, TelkomGroup akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan layanan dan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berjalan optimal serta menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan. (Isp)


Aktivitas Penambangan Batu Disinyalir Tidak Mengantongi Izin Beroperasi di Wilayah Sambau, Kecamatan Nongsa. 

INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Aktivitas penambangan batu disinyalir tidak mengantongi izin resmi melenggang bebas beroperasi di wilayah Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Pantauan wartawan, dua unit alat berat jenis ekskavator dan sejumlah dum truk roda enam nampak sibuk menggempur area bukit batu persis di tepi jalan Sambau.

Tanpa sedikit pun memiliki rasa takut, para penambang batu diduga ilegal ini leluasa bekerja meski keberadaan lokasi tak jauh dari Markas Polda Kepri.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, material batu cadas yang dihasilkan dari bukit itu di duga kuat komersilkan untuk memenuhi kebutuhan proyek pembangunan.

"Batu ini dijual Rp 800-900 ribu per lori untuk kebutuhan proyek di wilayah Batam," ujar sumber, Selasa (30/12/2025).

Menurut Sumber, aktivitas penambangan batu di lokasi itu sudah berlangsung cukup lama. Tidak ada satupun aparat penegak hukum yang mampu menghentikan aktivitas ini walau di duga kuat tak berizin.

"Sudah lama aktivitas ini berjalan. Mana ada yang berani menghentikan, padahal sudah jelas Pemerintah Kota Batam tidak pernah menerbitkan izin pertambangan," ungkap Sumber.

Aspek pelanggaran hukum

Seperti diketahui, para pelaku penambangan batu tanpa izin atau ilegal jelas terbukti melanggar Pasal 158 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara Sebagaimana Telah Diubah Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara.

Bahkan, para pelaku atau pengendali bisnis gelap ini juga terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi sejumlah pihak, terkait keberadaan aktivitas penambangan batu diduga ilegal yang saat ini melenggang bebas beroperasi di Sambau, Kecamatan Nongsa. (ISP)



Tangkapan Layar Video Asusila Diduga Libatkan Pejabat Pemko Batam 
INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Heboh, sebuah rekaman video call bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang pejabat di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota Batam berinisial GR mendadak viral.

Diketahui, potongan video tersebut beredar luas melalui pesan berantai Whats App. Bahkan, sampai menjadi buah bibir hangat warganet dan kalangan awak media di Kota Batam.

Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria yang diduga kuat mirip dengan salah satu petinggi Disperindag Kota Batam itu sedang melakukan panggilan video bersama seorang wanita muda. 

Parahnya lagi, pria itu terlihat melakukan tindakan tidak senonoh dengan memperlihatkan serta memegang alat kelaminnya di depan kamera.

Situasi dalam video semakin menjadi panas setelah terdengar suara wanita dalam percakapan tersebut yang melontarkan komentar bernada provokatif, sehingga percakapan dinilai mengarah pada tindakan asusila yang tidak pantas.

Tentu, apabila dugaan tersebut benar dan pelaku merupakan pejabat publik aktif maka perbuatan itu dinilai tidak semata-mata menyangkut ranah pribadi, melainkan berpotensi mencederai atau merusak etika, moral, dan marwah aparatur sipil negara (ASN).

Beredarnya video tak senonoh ini tentu memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat di Kota Batam. Sejumlah warga menilai kasus tersebut harus diusut secara profesional dan transparan guna menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.

Masyarakat mendesak Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terkait keaslian video, identitas pelaku, serta dugaan pelanggaran hukum yang mungkin timbul akibat penyebaran dan isi rekaman tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang bersangkutan maupun Pemerintah Kota Batam terkait kebenaran video yang beredar. (ISP)





Anggota DPR RI Meireza Endipat Wijaya Lepas bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara. 

INSPIRASIKEPRI.COM | KARIMUN - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kepulauan Riau, Meireza Endipat Wijaya, secara resmi melepas pengiriman bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh dan Sumatera Utara. 

Pelepasan bantuan dilakukan di Kabupaten Karimun dengan memanfaatkan kapal perang milik TNI Angkatan Laut.

Pengiriman bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas lintas daerah terhadap warga yang tengah menghadapi musibah bencana alam.

Dalam kesempatan tersebut, Meireza Endipat Wijaya menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan ini adalah wujud nyata semangat gotong royong masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Karimun, kepada saudara-saudara di Aceh dan Sumatera Utara yang membutuhkan uluran tangan.

“Musibah bencana adalah duka kita bersama. Karena itu, bantuan ini tidak hanya membawa logistik, tetapi juga membawa harapan dan kepedulian dari masyarakat Karimun dan Kepulauan Riau,” ujar Meireza.

Bantuan logistik yang dikirimkan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok, seperti bahan makanan, perlengkapan medis, serta logistik darurat lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di lokasi terdampak. 

Seluruh bantuan dihimpun melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan unsur pemerintah daerah, FKPD, serta dukungan berbagai pihak.

Pemilihan kapal perang TNI AL sebagai sarana pengiriman dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan distribusi bantuan berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. 


Selain memiliki kapasitas angkut yang memadai, kapal TNI AL juga mampu menjangkau wilayah tujuan dengan tingkat keamanan tinggi, mengingat kondisi geografis dan urgensi penanganan bencana.

Pemerintah Kabupaten Karimun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengumpulan dan pengiriman bantuan tersebut, termasuk jajaran TNI AL yang turut mendukung kelancaran misi kemanusiaan ini.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana, sekaligus mempercepat proses pemulihan di daerah tujuan. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, unsur TNI, dan perwakilan rakyat dalam merespons cepat setiap situasi darurat kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, Meireza Endipat Wijaya menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat Daerah Pemilihan Kepulauan Riau untuk terus mendorong kolaborasi dan kepedulian sosial, baik di tingkat daerah maupun nasional, terutama dalam menghadapi bencana alam dan persoalan kemanusiaan. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Sekolah Tinggi Teologi (STT) REAL Batam resmi memasuki fase penting dalam perjalanan pengembangannya dengan melangkah menuju alih bentuk menjadi Institut Kristen REAL Batam. 

Transformasi ini bukan sekadar perubahan nomenklatur kelembagaan, melainkan lompatan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Kekristenan yang relevan, kontekstual, serta berdaya saing nasional hingga internasional.

Selama ini, STT REAL Batam dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi Kristen yang fokus pada bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen (PAK), dan Psikologi Kristen. Dengan pendekatan pembelajaran yang fleksibel—melalui kelas reguler, non-reguler, hingga e-learning—STT REAL Batam telah melayani mahasiswa dari beragam latar belakang pelayanan dan profesional.

Seluruh proses akademik diarahkan pada visi membentuk pemimpin Kristen yang kompeten, berintegritas, dan berdampak, sejalan dengan semangat Pentakosta Nusantara, konsep Family Campus, serta pendekatan interdominasi.

Visitasi Kementerian Agama RI: Tonggak Transformasi Kelembagaan

Sebagai bagian dari proses alih bentuk, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Dirjen Bimas Kristen) bersama Biro Hukum Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan visitasi resmi di Kampus STT REAL Batam pada 26–27 Desember 2025.

Tim visitasi dipimpin langsung oleh Dr. Weldemina Yudit Tiwery, M.Hum, didampingi jajaran asesor dan pejabat teknis. Visitasi ini bertujuan untuk melakukan asesmen komprehensif terhadap kesiapan kelembagaan STT REAL Batam dalam bertransformasi menjadi institut, mencakup aspek tata kelola, akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, penelitian, hingga keberlanjutan institusi.

Penilaian Kelayakan Berbasis Regulasi Nasional

Ketua dan Guru Besar STT REAL Batam, Pdt. Prof. Dr. Fransiskus Irwan Widjaja, MAIE., M.Th., M.Mis., Ph.D, menjelaskan bahwa seluruh proses asesmen dilakukan secara ketat dan terukur sesuai regulasi nasional.

“Dalam proses assessment terdapat 37 item isian kualitatif yang disusun secara sistematis dalam format Excel. Seluruh indikator mengacu pada PMA Nomor 15 Tahun 2022 beserta perubahannya dalam PMA Nomor 15 Tahun 2023, serta standar BAN-PT terkait alih bentuk perguruan tinggi,” jelasnya, Sabtu (27/12/2025).

Selain itu, STT REAL Batam juga menyusun studi kelayakan berbasis analisis SWOT guna memetakan kekuatan, peluang, tantangan, serta strategi pengembangan jangka panjang. Menurut Prof. Fransiskus, langkah ini mencerminkan komitmen institusi terhadap peningkatan mutu pendidikan Kekristenan yang berkelanjutan dan akuntabel.

Milestone Pengembangan: Menuju Universitas Kristen

Dalam paparannya, Prof. Fransiskus memaparkan peta jalan (milestone) pengembangan institusi yang terbagi dalam tiga tahap besar, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.

Jangka Pendek (2025–2030): Fondasi Institut Kristen REAL Batam.

Fokus utama pada fase ini adalah penguatan kelembagaan dan akademik, meliputi:

• Alih bentuk resmi menjadi Institut Kristen REAL Batam

• Penguatan dan pengembangan program studi Teologi, PAK, Pendidikan Kristen AUD, dan Psikologi Kristen

• Pembukaan prodi baru seperti Sistem Informasi, PGSD, dan Keperawatan

• Implementasi Smart Campus, transformasi digital, OPAC online, repository institusi, dan pusat literasi digital

• Penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

• Penguatan SDM dosen dengan total 57 dosen, terdiri dari 34 doktor (59,5%) dan 23 magister (40,5%), dengan target doktor mencapai 75,44% pada akhir 2026

• Penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat pada klaster Teologi Pentakostal, Misi Global, Kontekstualisasi, dan Digital Ministry

• Penguatan jurnal ilmiah menuju SINTA 1–2, serta pengembangan buku dan HaKI

• Implementasi penuh Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Jangka Menengah (2030–2035): Konsolidasi Menuju Universitas Kristen

Pada fase ini, Institut Kristen REAL Batam ditargetkan menjadi institusi mapan dengan reputasi nasional dan regional, melalui:

• Konsolidasi menuju Universitas Kristen

• Akreditasi seluruh prodi minimal Baik Sekali/Unggul

• Pembukaan fakultas baru di bidang Kesehatan, Psikologi, Teknologi, dan Humaniora

• Pengembangan pembelajaran hybrid lintas negara

• Pembukaan Program Pascasarjana S3

• Penguatan jejaring riset dan kerja sama internasional

Jangka Panjang (2035–2045): Universitas Kristen REAL Batam Bertaraf Dunia

Tahap akhir diarahkan pada terwujudnya Universitas Kristen REAL Batam bertaraf dunia dengan tata kelola kelas internasional, kampus hijau, dan digital-first university. Targetnya meliputi:

• Akreditasi institusi Unggul dan internasional

• ≥95 persen dosen bergelar Doktor

• Pusat riset internasional (Pentakostalisme 

Global, AI & Etika Kristen, Kesehatan Holistik)

• Minimal dua jurnal bereputasi internasional (Scopus/WoS)

• Kampus multinasional dengan mahasiswa asing 20–30 persen

• Endowment fund universitas dan dampak sosial global

Harapan dan Komitmen Pelayanan

Menutup pernyataannya, Prof. Fransiskus menegaskan bahwa transformasi STT REAL Batam menjadi Institut Kristen REAL Batam bukan semata agenda institusional, melainkan bagian dari panggilan pelayanan bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

“Kami berharap perubahan status ini semakin memperluas dampak pendidikan Kekristenan di Batam, Kepulauan Riau, hingga seluruh Indonesia bahkan dunia. Semua ini kami lakukan demi kemuliaan Tuhan,” pungkasnya. (ISP)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.