INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary, Rabu (24/6/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.

Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.


Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (Isp) 



INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Marketing Centre BP Batam, Selasa (23/6/2026).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti. Penandatanganan turut disaksikan oleh para Anggota/Deputi dan Pejabat Tingkat II di lingkungan BP Batam, serta jajaran pimpinan UMRAH yang terdiri dari Wakil Rektor dan para Dekan.

Kerja sama ini mencakup pelaksanaan asistensi, kajian, konsultasi, dan penelitian, pengembangan kompetensi, pemanfaatan sarana dan prasarana serta berbagai bentuk kolaborasi lain yang dipandang perlu dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad berharap penandatangan ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan dapat diemplementasikan dalam program yang konkret, untuk mendukung tugas fungsi kedua pihak, khususnya bagi pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

“Penting bagi kita untuk tidak sekadar berhenti pada tataran seremoni, tetapi memastikan kerja sama ini ditindaklanjuti melalui langkah-langkah nyata yang mendukung pertumbuhan investasi dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, kolaborasi ini menjadi semakin strategis seiring dengan perluasan cakupan wilayah kerja dan pengelolaan BP Batam yang kini mencakup 22 pulau, menyusul penyesuaian regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2026.

Dalam konteks tersebut, UMRAH sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan riset kemaritiman diharapkan dapat memberikan dukungan akademik melalui berbagai kajian, penelitian, serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan wilayah BP Batam ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, menyatakan pihaknya siap mendukung dan berkolaborasi dalam pilar riset & ilmu pengetahun teknologi, pilar inovasi dan budaya maritim serta pilar pengabdian masyarakat.

“Kami siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan BP Batam melalui penguatan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam sebagai episentrum ekonomi Kepulauan Riau dan Indonesia Barat,” ujar Prof. Agung Dhamar.

Melalui kerja sama ini, BP Batam dan UMRAH berkomitmen membangun sinergi yang berlandaskan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mendukung pembangunan wilayah, pengembangan investasi, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ekonomi kerakyatan berbasis riset dan inovasi kemaritiman. (Isp) 


Merajut Harapan di Perbatasan, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Berbagi Perlengkapan Sekolah di SD Negeri Kalome
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti. Melalui Pos Kalome, para prajurit melaksanakan kegiatan mengajar sekaligus memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa-siswi SD Negeri Kalome di wilayah penugasan, Selasa (23/6/2026). 

Kegiatan yang dipimpin oleh Wadanpos Kalome, Letda Inf Riki Nasir, bersama personel Pos Kalome tersebut merupakan bagian dari program pembinaan teritorial Satgas dalam meningkatkan wawasan kebangsaan, semangat belajar, serta mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Tuah Sakti memberikan materi pelajaran dan motivasi kepada para siswa. Selain itu, Satgas juga membagikan sarana galang berupa buku tulis, pensil, dan penghapus kepada sekitar 30 siswa dan siswi SD Negeri Kalome. Bantuan tersebut disambut dengan penuh antusias dan kebahagiaan oleh para pelajar.

Wadanpos Kalome Letda Inf Riki Nasir mengatakan bahwa kegiatan mengajar ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI terhadap generasi penerus bangsa di wilayah perbatasan.

"Kegiatan mengajar ini kami laksanakan sebagai upaya membantu mencerdaskan anak-anak bangsa yang berada di daerah penugasan. Harapannya, kehadiran kami dapat memberikan manfaat nyata serta semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Danpos Kalome, Lettu Inf Jeril Wiputra Marai, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan Papua dan Indonesia.

"Anak-anak adalah aset bangsa yang harus terus didukung dan diberi motivasi untuk meraih cita-citanya. Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat belajar mereka semakin meningkat dan mereka tidak pernah berhenti bermimpi untuk menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa," ungkapnya.

Rasa bahagia juga disampaikan oleh salah satu siswi SD Negeri Kalome, Adek Tince, yang mengaku senang dengan kehadiran para prajurit di sekolahnya.

"Saya senang sekali om TNI datang mengajar dan memberikan buku serta pensil kepada kami. Terima kasih karena sudah membantu kami belajar. Saya jadi lebih semangat untuk sekolah dan meraih cita-cita," ucap Adek Tince dengan penuh kegembiraan.

Melalui kegiatan ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti berharap dapat terus memperkuat jalinan silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat. Semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi landasan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 136/Tuah Sakti berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat selama masa penugasan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara. (ISP)

Di Balik Keterbatasan, Prajurit Tuah Sakti Bagikan Suplemen Vitamin Ketahanan Tubuh Bagi Warga Melar
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA - Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh Satgas Yonif 136/Tuah Sakti Pos Nume, personel Pos Nume melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan keliling sekaligus pembagian vitamin kepada masyarakat di Kampung Melar, Distrik Nume, Senin (22/6/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, prajurit turun langsung menemui warga untuk memantau kondisi kesehatan sekaligus membagikan suplemen vitamin guna membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Kehadiran prajurit disambut hangat oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan pelayanan kesehatan yang diberikan.

Danpos Nume, Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian Satgas terhadap kesehatan masyarakat di wilayah penugasan.

"Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Melalui pelayanan kesehatan keliling dan pembagian vitamin ini, kami berharap masyarakat dapat menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Kehadiran kami di sini bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi warga," ujarnya.

Sementara itu, Mama Delima Gire, salah satu warga Kampung Melar, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Satgas Yonif 136/Tuah Sakti.

"Kami sangat senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan bapak-bapak TNI. Vitamin dan pelayanan kesehatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga bapak-bapak TNI selalu diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti tidak hanya membantu menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga semakin mempererat hubungan kekeluargaan dan kepercayaan antara TNI dengan warga di Kampung Melar.


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan dinamika persaingan investasi antar wilayah, Batam terus menunjukkan kinerja positif sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi Batam berhasil melampaui target bahkan menunjukkan tren pertumbuhan yang kian menguat pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam tahun 2025 tercatat mencapai Rp 44,01 triliun. Angka tersebut tumbuh 72,83 persen dari tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 25,46 triliun dan sukses melampaui target 2025 sebesar Rp 36,9 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metodologi perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam melalui pendekatan bottom-up, nilai investasi yang berhasil terealisasi bahkan mencapai Rp 69,30 triliun atau 115,50 persen dari target investasi BP Batam sebesar Rp 60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pencapaian ini menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan pelaku usaha atau investor terhadap Batam terus meningkat.

Ia memaparkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi terhadap sejumlah regulasi, hingga percepatan serta pembangunan infrastruktur pendukung investasi.

“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang kian menguat. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” ujar Amsakar, Senin (22/6/2026).

Lebih lanjut, Amsakar menegaskan bahwa capaian investasi tersebut sekaligus menjawab berbagai keraguan yang berkembang mengenai prospek investasi Batam.

Menurutnya, indikator yang paling objektif untuk menilai daya tarik suatu daerah adalah keputusan investor untuk menanamkan modalnya.

“Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti para pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” tambahnya.

Salah satu capaian yang paling menonjol adalah pertumbuhan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tahun 2025, nilai PMDN mencapai Rp 18,43 triliun atau meningkat 125,86 persen dibandingkan tahu sebelumnya yang sebesar Rp 8,16 triliun.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dunia usaha nasional semakin optimistis terhadap prospek ekonomi Batam.

Selain itu, kondisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari investor domestik.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga menunjukkan kinerja yang solid. Nilai PMA sepanjang tahun 2025 mencapai Rp25,58 triliun atau tumbuh 47,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,30 triliun.

Singapura tercatat masih menjadi sumber investasi terbesar, diikuti oleh sejumlah negara mitra strategis lainnya yang terus memperluas aktivitas usahanya di Batam.

Momentum positif berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026

Realisasi investasi Batam pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp8,8 triliun yang tumbuh 50,71 persen dan PMDN sebesar Rp8,5 triliun yang melonjak 216,18 persen secara tahunan.

Lima negara investor terbesar pada Triwulan I 2026 berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Keberagaman negara asal investasi tersebut menunjukkan bahwa Batam memiliki basis investor yang semakin luas dan tidak bergantung pada satu negara tertentu, sehingga lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

Dari sisi sektor usaha, investasi yang masuk juga semakin berkualitas karena didominasi sektor bernilai tambah tinggi.

Industri mesin dan elektronik menjadi sektor terbesar dengan kontribusi 23,65 persen, disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya sebesar 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya ditopang oleh sektor properti, tetapi juga didorong oleh industri manufaktur, teknologi, dan sektor produktif lainnya yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan daya saing ekonomi.

Amsakar optimistis, tren pertumbuhan investasi akan terus berlanjut seiring berbagai kebijakan strategis yang telah dijalankan.

Salah satu langkah penting adalah perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, lanjut Amsakar, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari 8 pulau menjadi 22 pulau dengan luas kawasan meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Perluasan ini membuka ruang pengembangan investasi baru yang jauh lebih besar untuk mendukung industri, logistik, pariwisata, energi, hingga sektor ekonomi masa depan.

Selain itu, BP Batam juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang meliputi jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3, serta fasilitas kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

Amsakar menegaskan bahwa investasi dan pembangunan infrastruktur merupakan dua hal yang saling mendukung.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar. (Isp) 




Dibalik Patroli Simpatik, Prajurit Tuah Sakti Hadir Menjaga Rasa Aman dan Harapan Masyarakat Papua
INSPIRASIKEPRI.COM | PAPUA – Tak hanya menjaga keamanan wilayah, prajurit Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti juga terus menebarkan kepedulian kepada masyarakat di daerah penugasan. 

Melalui Pos Puncak Senyum, para prajurit kembali melaksanakan Patroli Simpatik di Kampung Gurage, Distrik Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (21/6/2026) 

Di tengah medan yang menantang, kehadiran prajurit disambut hangat oleh masyarakat. Patroli yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.

Danpos Puncak Senyum, Kapten Inf Dwi Luhur, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial dan komunikasi sosial yang rutin dilaksanakan Satgas di wilayah penugasan.


"Patroli simpatik ini akan terus kami laksanakan secara rutin. Selain memberikan rasa aman bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan warga. Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk selalu dekat dengan rakyat," ujarnya.

Kehadiran prajurit mendapat apresiasi dari warga. Mama Nita (28), salah satu warga Kampung Gurage, mengaku senang dengan kedekatan yang terus dibangun oleh personel Satgas.

"Kami senang bapak-bapak TNI sering datang ke kampung kami. Mereka ramah, dekat dengan masyarakat, dan selalu memberikan rasa aman. Kami merasa tidak sendiri karena ada bapak-bapak TNI bersama kami," ungkapnya.

Melalui langkah-langkah sederhana namun penuh makna, Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti terus merajut kedekatan dan kepercayaan dengan masyarakat. Di balik tugas menjaga kedaulatan negara, para prajurit juga hadir sebagai sahabat dan harapan bagi warga di pelosok Papua. (ISP)


INSPIRASIKEPRI.COM | BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga ketahanan sumber daya air dan mendorong pengembangan industri berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi upaya penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan Batam ke depan, terutama dalam menjaga ketersediaan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, sebagai kawasan industri dan investasi yang terus berkembang, Batam membutuhkan dukungan riset dan inovasi agar pengelolaan sumber daya dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam,” kata Sudirman.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, mengatakan ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, teknologi sirkular, industri maritim berkelanjutan hingga industri hijau.

“Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri,” ujarnya.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menambahkan kolaborasi ini melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN, serta tiga unit teknis dari BP Batam. Sebanyak, sepuluh aktivitas dari enam topik utama telah dirumuskan untuk dilaknakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, berdasarkan peta jalan yang telah disusun secara bertahap.

Seluruh aktivitas tersebut dirancang agar hasil riset dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung pengembangan kawasan Batam.

“Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal konkret dalam memperkuat peran riset bagi pembangunan kawasan strategis Batam,” katanya.

Sementara, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri (valley of death).

“BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam,” imbuh Arif.

Melalui kolaborasi ini, BP Batam meyakini hasil riset dan inovasi dapat menjadi solusi konkret dalam memperkuat ketahanan sumber daya air, mendorong transformasi industri yang lebih hijau dan mendukung pertumbuhan investasi yang berkelanjutan. (Isp) 


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.